Wednesday, June 24, 2020

Bu Nyai Siti Ambariyah, Kartini Dan Wali Wanita Di Pekalongan*

*Mengenang Para Pejuang Dan Ulama Nusantara* *Bu Nyai Siti Ambariyah, Kartini dan Wali Wanita di Pekalongan* Kita sering mengenal Kartini sebagai wanita yang ahli, Pahlawan Indonesia, pejuang yang gigih dan berani, pembela dan pejuang kesetaraan, pencerah pendidikan Indonesia, inspirator perempuan Indonesia, dan lain sebagainya. Memang hal tersebut sangatlah mungkin dan masuk akal, sebab jauh sebelum Kartini lahir berikut perjuangannya, banyak tokoh perempuan Indonesia-Nusantara yang memiliki tugas penting dan jasa yang luar biasa untuk bangsa kita. Di Pekalongan, kita mengenal nama Siti Ambariyah yang makamnya terletak di *desa Bukur kecamatan Bojong*, penduduk sekitar menyebutnya Ibu Agung Siti Fatimah Ambariyah. Siti Ambariyah adalah seorang putri dari *Ki Ageng Rogoselo*, seorang wali, ulama, dan pejuang nusantara yang makamnya berada di Desa Rogoselo Kecamatan Doro. suatu kisah yang berdasar dari cerita turun temurun menuturkan, bahwa Ki Penatas Angin, salah satu Pangeran dari Mataram Islam diutus oleh Sultan Agung untuk tapa brata dan berguru kepada Ki Ageng Rogoselo (Ayahanda Siti Ambariyah). Ki Penatas Angin berguru terhadap Ki Ageng Rogoselo, bermaksud untuk memperluas ilmu Agama Islam sekaligus belajar ilmu kanuragan dan strategi untuk melawan penjajah (Belanda). Suatu hari, Ki Penatas Angin merasa katresnan dan ingin menikahi Siti Ambariyah (putri gurunya, Ki Ageng Rogoselo), tetapi siapa sangka Siti Ambariyah lebih dahulu memilih untuk berjuang melawan penjajah sekaligus membuatkan syiar Islam dan pengetahuan di wilayah lain, yakni di tempat Bojong (Pekalongan bagian barat). “Lebih dulu menentukan berjuang demi kedaulatan nusantara, pendidikan, dan syiar agama dari pada dinikahi oleh salah seorang Pangeran”, sebuah opsi yang sungguh bijak dari seorang wanita. Siti Ambariyah pun diingat oleh masyarakat Pekalongan selaku wanita sholehah, penuh ketegaran, welas asih dan perjuangan. Setiap tahun diadakan peringatan haul di makamnya di desa Bukur, Bojong, Pekalongan. Begitulah, jauh sebelum perumpamaan-perumpamaan emansipasi (yang kurang terperinci konsepnya) diimpor dari “Barat”, perempuan-wanita nusantara telah semenjak dahulu memberikan tugas penting wanita dan kegigihannya. Seperti pahlawan Indonesia dari Aceh, Laksamana Malahayati ,Tjut Nja’ Dien misalnya seorang tokoh wanita yang memimpin pasukan gerilya melawan penjajah di Aceh, strateginya sampai menciptakan pasukan Belanda kalang kabut. Adapula Nyai Ageng Serang di Kulonprogo Yogyakarta, monumen patung Nyai Ageng Serang naik kuda dengan satu tangannya memegang tombak, bangun kuat di tengah kota Wates Kulonprogo untuk mengingat perjuangannya. Dan tentu saja masih banyak lagi wanita-perempuan nusantara yang berperan penting, dan adapula yang sejarahnya kabur ditelan waktu.  Kartini bukanlah satu-satunya wanita Indonesia yang punya tugas penting bagi Indonesia kita, bahkan aku lebih cenderung mengamini jikalau Kartini mewarisi huruf perempuan-wanita Indonesia  Siti Ambariyah hidup disekitar tahun 1700an, dan Kartini hidup di tahun 1879-1904 Masehi. Kartini hidup pada kala yang telah kekinian (terbaru), di mana telah ada tradisi penulisan banyak sekali macam peristiwa, sedang pada abad Siti Ambariyah sangat minim tradisi penulisan. Akan namun kebesarannya (Siti Ambariyah) terekam oleh ingatan kolektif masyarakat (tradisi oral/kisah turun-temurun). Mereka berdua mempunyai teladan berpikir yang serupa, mereka punya karakter yang berpengaruh, bijak, welas asih, dan kepedulian kepada sesama. Begitupun juga pejuang atau tokoh wanita nusantara lainnya. Berbanggalah menjadi pewaris karakter wanita nusantara, berbanggalah menjadi perempuan Pekalongan (sebab memiliki Ibu Agung Siti Fatimah Ambariyah), berbanggalah menjadi perempuan nusantara. Karena aku yakin perempuan nusantara adalah perempuan yang kuat, perempuan yang penuh dengan kebijaksanaan, perempuan yang bermartabat, dan wanita yang sarat kasih sayang. Semoga berguna, dan biar muncul goresan pena yang lebih mendalam
Sumber http://lets-sekolah.blogspot.com


EmoticonEmoticon