╔═════ 📜📃 ═════╗ Menempelkan kaki dengan kaki ketika sholat itu ada haditsnya SHOHIH BUKHORI ?" ╚═════ 📚📓 ═════╝ ```👳♀Oleh:Gus Ahmad Rifai``` Pernah mendengar hal semacam itu ? 'Si beliau' dengan gembira menyampaikan bahwa apa yang ia lakukan _(baca : injak2an kaki, atau menempelkan kaki)_ ada haditsnya, haditsnya shohih lagi, shohih bukhori bahkan. 📝 Komentar saya : "Ayo membaca hadits yang komplit dan lihat penjelasan ulama" Haditsnya memang betul *shohih bukhori* Tapi, kalau aku tanya : • "Apakah menempelkan kaki dengan kaki temannya dilaksanakan oleh Nabi Muhammad ?" • "Apakah hal tersebut diperintahkan oleh Nabi Muhammad ?" • "Apakah hal tersebut diterapkan oleh Sahabat Utama ?" 🔅 Maka jawabannya : *TIDAK* _(sengaja pake capslock, bukan marah, tapi agar terperinci huehehee)_ 1⃣ *Yuk kita simak hadits lengkapnya :* 🔰 ```Riwayat Anas bin Malik``` حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ» Mengabarkan kepada kami 'Amr bin Kholid berkata, mengabarkan terhadap kami Zuhair dari Humaid dari Anas bin Malik dari Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam: ” *Tegakkanlah shaf kalian*, alasannya aku menyaksikan kalian dari belakang pundakku.” ada salah *seorang* diantara kami orang yang menempelkan bahunya dengan bahu temannya dan telapak kaki dengan telapak kakinya. _(HR. Bukhari)_ 🔰 ```Riwayat anNu'man bin Basyir``` حَدَّثَنَا وَكِيعٌ, حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا, عَنْ أَبِي الْقَاسِمِ الْجَدَلِيِّ, قَالَ أَبِي: وحَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ, أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا, عَنْ حُسَيْنِ بْنِ الْحَارِثِ أَبِي الْقَاسِمِ, أَنَّهُ سَمِعَ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ, قَالَ: أَقْبَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَجْهِهِ عَلَى النَّاسِ, فَقَالَ: ” أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ, ثَلَاثًا وَاللهِ لَتُقِيمُنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ ” قَالَ: ” فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يُلْزِقُ كَعْبَهُ بِكَعْبِ صَاحِبِهِ, وَرُكْبَتَهُ بِرُكْبَتِهِ وَمَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِهِ An-Nu’man bin Basyir berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam menghadap terhadap manusia, kemudian berkata : "Tegakkanlah shaf kalian!", tiga kali. Demi Allah, tegakkanlah shaf kalian, atau Allah akan membuat pertikaian diantara hati kalian. Lalu an-Nu’man bin Basyir berkata: Saya menyaksikan *seorang laki-laki* menempelkan mata kakinya dengan mata kaki temannya, lutut dengan lutut dan pundak dengan bahu. _(HR. Bukhori)_ 2⃣ *Bagaimana sih perintah Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam saat itu ?* Beliau bersabda : أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ Tegakkanlah shof / barisan kalian Jadi, beliau *tidak menyuruh untuk menempelkan kaki*, namun beliau memerintahkan untuk menegakkan shof dalam artian membereskan, meluruskan, dan merapatkan shof. 🚫 _bukan menyuruh untuk menempelkan kaki dengan kaki temannya_ 3⃣ *Lalu, siapa yang menempelkan kaki dikala itu ? Berapa jumlahnya ?* Baca lagi hadits diatas 🔰 ```Anas bin Malik``` menyampaikan : [وَكَانَ أَحَدُنَا] *salah satu diantara kami* Baca lagi hadits diatas 🔰 ```anNu'man bin Basyir``` mengatakan : [رَأَيْتُ الرَّجُلَ] Saya menyaksikan *seorang pria dari kami* 🔖 Kaprikornus, dari sekian banyak teman yang ikut sholat berjamaah bareng dengan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, semua sholatnya *wajar*. Ada orang yang menempelkan kaki dengan kaki temannya dan jumlahnya cuma *satu orang*. Sampai sini bisa dipahami ya❓ Bisa In syaa Allah 4⃣ *Perbuatan satu orang sobat, terlebih tidak ada yang mengenalnya,*_*TIDAK BISA DIJADIKAN HUJJAH*_ 🔰 ```Al-Amidi (w. 631 H)``` salah seorang pakar Ushul Fiqih menyebutkan: ويدل على مذهب الأكثرين أن الظاهر من الصحابي أنه إنما أورد ذلك في معرض الاحتجاج وإنما يكون ذلك حجة إن لو كان ما نقله مستندا إلى فعل الجميع لأن فعل البعض لا يكون حجة على البعض الآخر ولا على غيرهم Menurut madzhab pada umumnya ulama’, perbuatan teman dapat menjadi hujjah kalau didasarkan pada tindakan semua teman. Karena perbuatan sebagian tidak menjadi hujjah bagi sebagian lainnya, ataupun bagi orang lain. _(Lihat :Al-Amidi; w. 631 H, Al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, hal. 2/99)_ 💠 Kaprikornus, bila kita mau _fair_ ingin mengamalkan tindakan sahabat; ✔ mari kita Taraweh 20 rokaat, alasannya itu dijalankan oleh ```Sayyidina Umar bin Khottob``` dan disetujui semua sobat, ✔ begitu pula Adzan Jumat 2x dikerjakan dizaman ```Sayyidina Utsman bin Affan``` *Kalau injak2kan kaki ❓* Hanya satu orang sobat, dan tidak dikenal siapa beliau, serta perbuatannya menyelisihi dominan sahabat. 5⃣ *Mana buktinya bahwa sobat yang lain tidak menempelkan kaki dengan kaki temannya ?* 🔰 Lihat bagaimana kata sang periwayat hadits, yaitu ```Anas bin Malik```: وَزَادَ مَعْمَرٌ فِي رِوَايَتِهِ وَلَوْ فَعَلْتُ ذَلِكَ بِأَحَدِهِمُ الْيَوْمَ لَنَفَرَ كَأَنَّهُ بغل شموس Ma’mar menyertakan dalam riwayatnya dari Anas; jikalau saja hal itu (menempelkan kaki) saya kerjakan dengan salah satu dari mereka saat ini, maka mereka akan lari sebagaimana keledai yang lepas. _[Ibnu Hajar, Fathu al-Bari, hal. 2/211]_ *Kenapa bisa begitu ?* ```Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H)``` menuliskan: الْمُرَادُ بِذَلِكَ الْمُبَالَغَةُ فِي تَعْدِيلِ الصَّفِّ وَسَدِّ خَلَلِهِ (Yang dilakukan sahabat tersebut adalah) berlebih-lebihan dalam meluruskan shaf dan menutup celah. _[Ibnu Hajar, Fathu al-Bari, hal. 2/211]_ 6⃣ *Lalu, siapa yang pertama kali menyampaikan bahwa menempelkan kaki dengan kaki itu adalah termasuk kesempurnaan sholat bahkan tergolong hal yang wajib ?* 🔰 Ia yakni ```Ustadz Nashiruddin al-Albani.``` وقد أنكر بعض الكاتبين في العصر الحاضر هذا الإلزاق, وزعم أنه هيئة زائدة على الوارد, فيها إيغال في تطبيق السنة! وزعم أن المراد بالإلزاق الحث على سد الخلل لا حقيقة الإلزاق, وهذا تعطيل للأحكام العملية, يشبه تماما تعطيل الصفات الإلهية, بل هذا أسوأ منه Sebagian penulis zaman ini sudah mengingkari adanya _ilzaq (menempelkan mata kaki, lutut, bahu)_, hal ini mampu dikatakan menjauhkan dari menerapkan sunnah. Dia menduga bahwa yang dimaksud dengan “ilzaq” ialah tawaran untuk merapatkan barisan saja, bukan benar-benar melekat. Hal tersebut ialah ta’thil _(pengingkaran)_ kepada aturan-aturan yang bersifat alamiyyah, persis sebagaimana ta’thil _(pengingkaran)_ dalam sifat Ilahiyyah. Bahkan lebih buruk dari itu. _(Al-Albani : Silsilat al-Ahadits as-Shahihah, hal. 6/77)_ Jadi ia menganggap bahwa orang yang mengatakan ilzaq adalah tawaran untuk merapatkan shof, bukan menempelkan kaki, ialah pertimbangan yang salah, alasannya bagi dia ilzaq adalah menempelkan kaki, lutut, dan bahu. 7⃣ *Pendapat Ustadz Al-Albani berlawanan dengan pertimbangan Ulama Salafi _(wahabi, pen)_ yang lain.* 🔰 ```Ustadz Muhammad bin Shalih al-Utsaimin``` berkata: أن كل واحد منهم يلصق كعبه بكعب جاره لتحقق المحاذاة وتسوية الصف, فهو ليس مقصوداً لذاته لكنه مقصود لغيره كما ذكر بعض أهل العلم, ولهذا إذا تمت الصفوف وقام الناس ينبغي لكل واحد أن يلصق كعبه بكعب صاحبه لتحقق المساواة, وليس معنى ذلك أن يلازم هذا الإلصاق ويبقى ملازماً له في جميع الصلاة. Setiap masing-masing jamaah hendaknya menempelkan mata kaki dengan jamaah sampingnya, supaya shof sungguh-sungguh lurus. Tapi menempelkan mata kaki itu bukan tujuan intinya, tapi ada tujuan lain. Maka dari itu, bila telah sempurna shaf dan para jamaah sudah bangun, hendaklah jamaah itu menempelkan mata kaki dengan jamaah lain supaya shafnya lurus. "Maksudnya bukan terus menerus menempel hingga simpulan shalat." _(Lihat : Muhammad bin Shalih al-Utsaimin; w. 1421 H, Fatawa Arkan al-Iman, hal. 1/ 311)_ 🔰 ```Ustadz Abu Bakar Zaid (w. 1429 H / 2007 M,``` ialah salah seorang ulama Saudi yang pernah menjadi Imam Masjid Nabawi, dan menjadi salah satu anggota Haiah Kibar Ulama Saudi) : وإِلزاق الكتف بالكتف في كل قيام, تكلف ظاهر وإِلزاق الركبة بالركبة مستحيل وإِلزاق الكعب بالكعب فيه من التعذروالتكلف والمعاناة والتحفز والاشتغال به في كل ركعة ما هو بيِّن ظاهر. Menempelkan pundak dengan pundak di setiap bangun adalah takalluf (memberat-beratkan) yang konkret. Menempelkan dengkul dengan dengkul adalah sesuatu yang mustahil, menempelkan mata kaki dengan mata kaki ialah hal yang merepotkan dikerjakan. _(La Jadida fi Ahkam as-Shalat hal. 13)_ 🔰 ```Abu Bakar Zaid``` melanjutkan: فهذا فَهْم الصحابي – رضي الله عنه – في التسوية: الاستقامة, وسد الخلل لا الإِلزاق وإِلصاق المناكب والكعاب. فظهر أَن المراد: الحث على سد الخلل واستقامة الصف وتعديله لا حقيقة الإِلزاق والإِلصاق Inilah yang difahami para shahabat dalam _taswiyah shaf: Istiqamah, menutup sela-sela_ Bukan menempelkan bahu dan mata kaki. Maka dari itu, maksud bahwasanya adalah *anjuran untuk menutup sela-sela, istiqamah dalam shaf, bukan sungguh-sungguh menempelkan.* 🔰 Bahkan pertimbangan Ustadz Al-Albani juga berlawanan dengan usulan Madzhab Hambali ```Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H)``` : حديث أنس هذا: يدل على أن تسوية الصفوف: محاذاة المناكب والأقدام Hadits Anas ini memperlihatkan bahwa yang dimaksud meluruskan shaf ialah lurusnya bahu dan telapak kaki. _(Lihat: Ibnu Rajab al-Hanbali; w. 795 H, Fathu al-Bari, hal.6/ 282)._ 8⃣ *Bagaimana sebenarnya cara merapatkan shof yang sempurna ?* وتعتبر المسافة في عرض الصفوف بما يهيأ للصلاة وهو ما يسعهم عادة مصطفين من غير إفراط في السعة والضيق اهـ جمل.الكتاب : بغية المسترشدين ص 140 “Disebutkan bahwa ukuran lebar shof ketika hendak sholat yaitu yang biasa dijalankan oleh seseorang, dengan tanpa berlebihan dalam lebar dan sempitnya.” _(Bughyatul Mustarsyidin hal 140)_ Umpama-pun mau menempelkan, "tempelkanlah bagian yang terluar dari tubuh kita ketika bangun," mana itu ? Ya bila berdiri normal, _kalau bangkit wajar hlo ya_, *bagian terluar dari badan kita adalah pundak atau pundak kita* sesuai sabda Nabi Muhammad saw : أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَلَا تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ ”Luruskan shof, rapatkan pundak, dan tutup celah, serta perlunak pundak kalian untuk saudaranya, dan jangan tinggalkan celah untuk setan.” _(HR. Abu Daud no. 666)_ 〽 *“perlunak bahu kalian untuk saudaranya”* _maksutnya ialah hendaknya beliau berupaya biar pundaknya tidak mengusik orang lain._ Makara, sekali lagi, ayo ketahui hadits secara Cerdas ❗ Salam Cerdas ❣ _Wallahu a'lam bis showab_ ========= ❁❁❁❁ ========= 🔊 ```Diizinkan untuk menyerbarluaskan postingan ini dengan meng-copy / share secara``` *KESELURUHAN* Instagram : @buyasoni Telegram : @buyasoni Facebook : Buya Soni Youtube : Buya Soni 🌏 www.buyasoni.com ========= ❁❁❁❁ ======== Sumber http://lets-sekolah.blogspot.com
pop
Thursday, June 25, 2020
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
EmoticonEmoticon