Saturday, August 22, 2020

Mengapa Dikala Ini Mata Uang Dengan Nilai Tertinggi Di Dunia Dipegang Oleh Dinar Kuwait.

KOMPAS.com  - Banyak orang berpendapat jika  mata uang  dengan nilai tertinggi di dunia ialah  pound sterling  milik Inggris. Saat ini untuk 1 pound sterling bernilai sebesar 1,29  dollar AS . Namun anggapan tersebut keliru, alasannya adalah dikala ini mata duit dengan nilai tertinggi di dunia dipegang oleh  dinar Kuwait . Mengutip data jual beli  valas  dunia, per Senin (2/11/2020), untuk setiap 1 dinar Kuwait bernilai setara dengan 3,28 dollar AS atau bila dirupiahkan sebesar Rp 47.798. Dilansir dari  Moneyinc , ada sejarah panjang mengapa nilai dinar Kuwait jauh di atas mata duit negara lain. Tingginya  nilai tukar  dinar Kuwait salah satunya sebab negara tersebut memakai persyaratan nilai tukar tetap. Singkatnya, dalam hukum moneter dunia, sebuah negara mampu memutuskan tiga jenis rezim nilai tukar mata duit yakni mengambang ( floating ), tetap ( flat ), dan campuran di antara keduanya. Dengan memutuskan nilai tukar mengambang, maka nilai tukar akan berubah-ubah naik turun sesuai dengan fluktuasi ajakan dan penawaran di pasar valas. Sementara bila menggunakan rezim nilai tukar tetap, maka mata duit akan dipatok ke mata uang tertentu atau pun mampu memakai patokan logam mulia seperti cadangan emas. Beberapa negara acap kali mencampurkan kedua sistem tersebut sehingga biasa disebut nilai tukar bibit unggul. Pemerintah dan Bank Sentral Kuwait sendiri menetapkan mata uangnya dipatok tetap dengan menggunakan kriteria mata uang negara lain yang dianggap besar lengan berkuasa. Pada mulanya, dinar Kuwait menggunakan pound sterling sebagai patokannya. Ini masuk akal mengenang Inggris pernah menjajah Negara Teluk tersebut. Sepanjang tahun 1975 sampai 2003,  Dinar Kuwait  dipatok ke sejumlah mata duit besar lengan berkuasa di dunia ( basket of currencies ). Bahkan di tahun 2003, dinar Kuwait dipatok tetap pada dollar AS dengan nilai sebesar 0,029963 dinar Kuwait untuk setiap dollar AS. Namun mulai tahun 2007, dinar Kuwait kembali berpatokan pada beberapa mata uang dunia. Tingginya nilai  mata uang  Kuwait lebih alasannya negara tersebutlah yang menetapkan nilai tukarnya sendiri. Namun selalu ada beberapa pertimbangan untung rugi saat memutuskan  nilai tukar  mata uangnya sendiri kepada mata uang ajaib. Itulah sebabnya kekuatan mata duit sebuah negara tidak senantiasa mencerminkan kekuatan ekonomi negara tersebut. Berbeda dengan  pound sterling  yang nilai mata uangnya perkasa dan juga didukung ekonomi yang berpengaruh dari negara penerbitnya. Keuntungan Kuwait Sementara itu dikutip dari  Investopedia,  Kuwait selama ini berani memutuskan tinggi mata duit dinar miliknya karena lebih dari 80 persen pendapatannya berasal dari ekspor migas. Ini alasannya adalah  minyak  adalah sumber energi paling besar di dunia. Semua negara memerlukan minyak yang berarti komoditas ini akan senantiasa dibeli oleh pasar. Saat harganya mencapai titik tertingginya, minyak akan tetap terjual. Karena minyak ialah komoditas dunia paling gampang dijual. Kuwait juga tak jarang memaksa pembeli minyaknya untuk memakai  dinar Kuwait  dan tak mendapatkan  dollar AS . Negara itu tak perlu menciptakan mata uangnya rendah sebab senantiasa ada pembeli yang mengantre untuk membeli minyaknya.  Bandingkan dengan negara non-penghasil minyak yang menggantungkan ekspor pada non-migas. Menetapkan nilai tukar mata uangnya terlalu tinggi akan menciptakan bumerang bagi perdagangan internasionalnya. Menetapkan tinggi rendahnya nilai mata uang ialah seni manajemen. Seperti China yang lebih menyukai mata uangnya tetap rendah biar barang impornya bernilai lebih hemat biaya di negara lain. Itu sebabnya pula, banyak negara-negara Teluk pengekspor minyak mempunyai mata uang dengan nilai tukar tinggi. Hingga dikala ini, 4 mata duit dengan nilai tukar tertinggi di dunia dipegang oleh negara penghasil minyal.  Mata uang  tertinggi sesudah Kuwait yakni dinar Bahrain dengan nilai untuk setiap dinarnya setara dengan 2,66 dollar AS. Di peringkat ketiga mata uang dengan nilai tertinggi ditempati rial Oman dengan nilai 2,6 dollar, lalu dinar Yordania dengan nilai 1,41 dollar AS untuk setiap 1 dinarnya. Dengan kata lain, meski menguntungkan bagi Kuwait, menciptakan nilai tukar mata uangnya tinggi tak senantiasa menguntungkan untuk negara yang lain. Dengan nilai mata uang yang tinggi, memiliki arti beban berat bagi mata duit tersebut. Kuwait memutuskan tingginya nilai mata uang dinar miliknya yang kemudian dipatok tetap ke mata uang negara lain yang dianggap kuat, tak lain untuk menciptakan ekonomi negara tersebut lebih stabil. Selain itu, Kuwait sendiri merupakan negara kecil, yang artinya orang-orang di luar Kuwait tak banyak yang memakai dinar Kuwait. Sehingga hampir tak ada spekulan mata duit dinar Kuwait. Selain itu, pemerintah Kuwait memakai dana dari penjualan minyaknya untuk investasi yang dikelola Kuwait Investment Authority (KIA). Artinya dengan mata uang yang tetap, Kuwait mengambil keuntungan yang besar dari pemasaran minyaknya.
Sumber http://lets-sekolah.blogspot.com


EmoticonEmoticon