Sunday, November 8, 2020

Teknik Pembangunan Candi Borobudur

TRIBUNBATAM.id, MAGELANG-  Nama Candi Borubudur pasti telah sangat familiar bagi warga negara indonesia. Namun hingga ketika ini mungkin masih banyak orang yang ingin tau bagaimana bergotong-royong  Candi Borobudur  dibuat. Bagaimana mengangkat jutaan ton batu untuk menyusun Candi Borobudur yang kalau disetarakan dengan jaman sekarang mencapai 10 lantai gedung. Yang menjadi misteri lalu yakni apa isi perut Candi Borobudur? Sebelum menjawab itu, perlu dikenali awal mula pembangunan candi di Magelang tersebut. Bangunan kerikil berjuta-juta ton itu masih kuat bangun lebih dari seribu tahun. Jutaan ton kerikil yang menyusun bangunan candi Budha ini tampakrapi, simetris dan kokoh. Apa yang ada di dalamnya? Bagaimana cara membangun Candi Borobudur? Candi itu dibangun sekira pada masa ke-9. Belum ada alat buldozer untuk meratakan tanah dan belum ada truk untuk memuat batuan dan alat crane untuk mengerek batu ke atas pun belum ada. Bagaimana Candi Borobudur dibangun? Dilansir dari intisari online, Candi Borobudur dibangun memakai peralatan sederhana, seperti palu dan pengungkit. Kendaraan yang ada hanyalah cikar atau pedati (gerobak yang ditarik dengan sapi). Kepala Seksi Konservasi BKB, Yudi Suhartono, menunjukkan tanda larangan masuk untuk lantai 9 dan 10 Candi Borobudur, Kamis (13/2/2020). (Tribunjogja.com/Rendika Ferri) Karena cuma ada alat sederhana, maka kerikil-batu yang besar dan berat pun mesti ditarik secara perlahan-lahan. Disusun satu per satu sampai menjulang tinggi. Hal itu memerlukan waktu yang lama dan tenaga yang banyak. Berapa lama Candi Borobudur dibentuk? Menurut prasasti (watu bertulis) yang mencatat pembangunan, Candi Borobudur dibentuk Raja Mataram pada dikala pemerintahan Raja Samaratungga. Namun, candi gres tamat dikala Ratu Pramurdawardhani (putri Raja Samaratungga) bertahta. Dari kisah itu, diperkirakan Candi Borobudur dibangun selama 50 tahun. Ada arkeolog memperoleh banyak kuali gerabah di sekeliling Borobudur di Magelang, Jawa Tengah sehingga berpengaruh dugaan keluarga pekerja candi tinggal di kawasan tersebut. Di dalam keluarga itu, para perempuan bertugas mengolah masakan masakan untuk pria yang melakukan pekerjaan membangun candi. Tribunjambi.com mengutip dari www.manajemenproyekindonesia.com, yang mengulas teknis pembangunan Candi Borobudur. Begini cara membangun Borobudur: 1. Candi Borobudur merupakan tumpukan kerikil yang disusun di atas gundukan tanah atau bukit. Sebelum kerikil disusun, bukit dibersihkan dan dibentuk. Selanjutnya dibuat undakan-undakan untuk meletakkan batuan candi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, melakukan kunjungan kerja ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (19/12/2019), bersama Wakil Menteri, Angela Tanoesoedibjo. (Tribunjogja.com/Rendika Ferri) 2. Candi Borobudur disusun dari balok-balok watu. Setiap cuilan kerikil disambung tanpa memakai semen atau perekat. Batu-kerikil ini cuma ditumpuk dan disambung dengan pola tertentu semoga saling mengikat. 3. Balok-balok kerikil penyusun Candi Borobudur ukurannya sekitar 25 x 10 x 15 Cm. Berat per-potong balok watu diperkirakan antara 7,5-10 Kg. Dengan ukuran balok kerikil sebesar dan seberat itu, balok-balok batu mampu dimuat dengan mudah. Sedangkan patung Buddha yang beratnya diperkirakan sekitar 145 sampai 225 kg kemungkinan dibawa dengan cara ditarik atau dipikul ramai-ramai. 4. Jumlah balok kerikil yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur diperkirakan sekitar 55.000 m3 atau sekitar 2 juta balok.  Batu-watu ini diambil dari sungai di sekitarnya. Jika Candi Borobudur diperkirakan dibangun selama 23 tahun dan 2 tahun pertama dipakai untuk merencanakan lahan, maka proses pembuatan balok dan pemasangannya yaitu 21 tahun atau 7.665 hari. Kalau jumlah balok watu Borobudur diperkirakan berjumlah 2 juta balok, maka proses pembuatan balok dan penyusunan kerikil candi yakni 2.000.000 : 7665 = 261 balok batu/hari. Itu jumlah yang relatif tidak banyak karena mampu dijalankan dengan cara tolong-menolong. Dari asumsi di atas, ternyata Candi Borobudur yang megah itu dibangun dengan teknik atau cara yang sederhana. Kuncinya yaitu kemauan dan ketabahan. Desain candi Penelusuran tribunjambi.com, www.manajemenproyekindonesia.com mengulas bahwa Candi Borobudur mempunyai struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan suatu stupa utama selaku puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa. Candi Borobudur didirikan di atas suatu bukit atau formasi bukit-bukit kecil yang memanjang dengan arah Barat-Barat Daya dan Timur-Tenggara dengan ukuran panjang ± 123 meter, lebar ± 123 meter dan tinggi ± 34,5 meter diukur dari permukaan tanah datar di sekitarnya dengan puncak bukit yang rata. Candi Borobudur merupakan tumpukan kerikil yang ditaruh di atas gundukan tanah selaku intinya, sehingga bukan merupakan tumpukan batuan yang masif. Inti tanah juga sengaja dibentuk berundak-undak dan bagian atasnya diratakan untuk meletakkan batuan candi. Candi Borobudur juga terlihat cukup kompleks dilihat dari bab-bagian yang dibangun. Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berupa persegi dan sisanya bulat. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1.460 panel. Terdapat 504 arca yang melengkapi candi. Material Penyusun Candi Inti tanah yang berfungsi sebagai tanah dasar atau tanah pondasi Candi Borobudur dibagi menjadi 2, yaitu tanah urug dan tanah asli pembentuk bukit. Tanah urug adalah tanah yang sengaja dibentuk untuk tujuan pembangunan Candi Borobudur, diubahsuaikan dengan bentuk bangunan candi. Menurut Sampurno, tanah ini ditambahkan di atas tanah asli selaku pengisi dan pembentuk morfologi bangunan candi. Tanah urug ini sudah dibentuk oleh pendiri Candi Borobudur, bukan ialah hasil pekerjaan restorasi. Ketebalan tanah urug ini tidak seragam walaupun terletak pada lantai yang sama, yaitu antara 0,5-8,5 m. Batuan penyusun Candi Borobudur berjenis andesit dengan porositas yang tinggi, kadar porinya sekitar 32-46%, dan antara lubang pori satu dengan lainnya tidak bekerjasama. Kuat tekannya termasuk rendah bila daripada besar lengan berkuasa tekan batuan sejenis. Dari hasil penelitian Sampurno (1969), diperoleh besar lengan berkuasa tekan minimum sebesar 111 kg/cm2 dan besar lengan berkuasa tekan maksimum sebesar 281 kg/cm2. Berat volume batuan antara 1,6-2 t/m3. Itulah perkiraan cara membangun Candi Borobudur. ( Tribunjambi.com )
Sumber http://lets-sekolah.blogspot.com


EmoticonEmoticon