Showing posts with label arduino. Show all posts
Showing posts with label arduino. Show all posts

Sunday, August 9, 2020

Sensor Suhu Lm 35 : Cara Kerja Datasheet & Rangkaian Sederhana Di Arduino

Salah satu sensor suhu yang paling banyak digunakan karna selain harga yang cukup murah juga range suhu yang bisa di deteksi cukup baik. Terlebih saat ini penggunaan mikrokontroller seperti Arduino semakin popular dan pin LM35 sangat bisa digunakan di pin input Arduino. Prinsip Kerja LM35 Sensor LM35 bekerja dengan mengubah besaran suhu menjadi besaran tegangan . Tegangan ideal yang keluar dari LM35 mempunyai perbandingan 100°C setara dengan 1 volt. Sensor ini mempunyai pemanasan diri (self heating) kurang dari 0,1°C, dapat dioperasikan dengan menggunakan power supply tunggal dan dapat dihubungkan antar muka (interface) rangkaian control. Datasheet LM35 Ada berbagai macam bentuk fisik dari LM35 : Walau ada berbagai macam bentu namun pada umumnya kemasan sensor suhu LM35 bertipe kemasan TO-92 . Sensor suhu IC LM35 pada dasarnya memiliki 3 pin yang berfungsi sebagai sumber supply tegangan DC +5 volt, sebagai pin output hasil penginderaan dalam bentuk perubahan tegangan DC pada Vout dan pin untuk Ground. Sensor suhu LM35 mampu melakukan pengukuran suhu dari suhu -55ºC hingga +150ºC dengan toleransi kesalahan pengukuran ±0.5ºC. Dilihat dari tipenya range suhu dapat dilihat sebagai berikut : LM35, LM35A -> range pengukuran temperature  -55ºC hingga +150ºC. LM35C, LM35CA -> range pengukuran temperature -40ºC hingga +110ºC. LM35D -> range pengukuran temperature 0ºC hingga +100ºC.  Kelebihan LM 35 : Rentang suhu yang jauh, antara -55 hingga +150ºC Low self-heating, sebesar 0.08 ºC Beroperasi pada tegangan 4 hingga 30 V Tidak memerlukan pengkondisian sinyal Kekurangan LM 35: Membutuhkan tegangan untuk beroperasi. Tegangan output sensor suhu IC LM35 dapat diformulasikan selaku berikut : Vout LM35 = Temperature º x 10 mV Rangakain Kontrol Sederhana dengan Arduino Dalam pengaplikasiannya Sensor Suhu LM 35 dapat digunakan sebagai bahan eksperimen menciptakan thermometer digital, pendeksi api , ataupun robot monitoring suhu ataupun keperluan alat medical. Berikut Contoh Rangkaian Membaca Suhu dengan LM 35 di Arduino : Upload Sketch program Arduino mampu teman coba copy dibawah ini : int LM35 = A0; // dekrasi pin LM35 yakni pin A0 Arduino void setup () Serial.begin (9600); // Baudrate Serial 9600 void loop () float temperature = analogRead (LM35); // menyimpan nilai dari LM35 ke variabel nilaiLM35 temperature = temperature * 0.488; // konversi nilai dari LM35 menjadi Derajat Celcius Serial.print (temperature);                 // menampilkan nilai dari LM35 ke Serial Monitor Serial.println ();          //baris baru         delay (500);                            // memberi jeda sebanyak 500 milidetik Dan tampilkan di serial monitor dan amati, dan coba berikan panas api ataupun es diskitar lm35 dan lihat apakah ada perubahan suhu? Untuk datasheet lengkap mampu sahabat download di bawah ini DOWNLOAD
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Saturday, August 8, 2020

Bimbingan Auto Pairing Dua Bluetooth Hc 05 Otomatis

Jufrikablog.com - Dalam dunia mikrokontroller salah satu cara untuk berkomunikasi antar dua perangkat bisa dilakukan menggunakan kabel ataupun tanpa kabel(nirkabel). Ada banyak alat komunikasi nirlabel seperti modul Wi Fi, Iot, Gelombang Radio, dan yang paling mudahnya yaitu Menggunakan Bluetooth. Dan salah satu modul bluetooth yang saat ini popular adalah module bluetooth hc 05. Baca referensi berikut untuk mengenal apa itu bluetooth module hc 05? Mengenal Bluetooth Module HC 05   Kemampuan Bluetooth HC 05 berkomunikasi secara serial dan dapat diatur slave maupun masternya membuat bluetooth hc 05 bisa di auto pairing atau auto connect( terhubung langsung). HC 05 Auto Pair Dengan cara sebagai berikut : Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; Untuk Mensetting dua buah Bluetooth HC 05 otomatis terhubung maka menggunakan dua buah module Bluetooth (HC 05) dan dua buah mikrokontroller. Yang mana anggapannya Bluetooth di A sebagai master dan Bluetooth B sebagai slave. Untuk menjadikan saah satu bluetooth menjadi slave maupun master maka harus masuk ke mode AT command. A. Cara masuk mode AT command Bluetooth  1. Hubungkan RX (Bluetooth) ke RX (Arduino) dan TX (Bluetooth) ke TX (Arduino) 1. Tekan dan tahan Tombol reset yang ada dibluetooth. 2. Hubungkan tegangan ke mikrocontroller, contoh Arduino. 3. Tunggu hingga lampu berkedip lambat. B. Upload Sketch SoftwareSerial  Setelah masuk sobat bisa upload sketch kosong di Arduino. C. Setting AT Command di Serial Monitor  Setelah itu silahkan coba langkah berikut di serial monitor: Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; table.MsoTableGrid mso-style-name:"Table Grid"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-priority:39; mso-style-unhide:no; border:solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt:solid windowtext .5pt; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; Langkah Set Up Bluetooth   Slave dengan AT Command AT+ORGL     -> Set to default AT+NAME? -> Mengetahui Nama Bluetooth AT+PSWD? -> Mengetahui Password AT+ADDR?   -> Mengetahui Address  AT+ROLE? -> Mengetahui Tipe Role Master/ Slave AT+ROLE=0 -> Setting Role ke 0 (Slave)     Catat address slave tersebut misal 98d3:32:3041w1 ke dalam notepad, kemudian masuk ke at command untuk master.                      Langkah Set Up Bluetooth Master dengan AT Command AT+ORGL     -> Set to default AT+NAME? -> Mengetahui Nama Bluetooth AT+PSWD?  -> Mengetahui Password AT+ADDR?   -> Mengetahui Address Rumah AT+ROLE?   -> Mengetahui Tipe Role Master/ Slave AT+ROLE=1 -> Setting Role ke 1 (Master) AT+BIND?    -> Melihat Addres yang auto pairing AT+BIND= 98d3,32,3041w1     à Setting BIND isi dengan address slave dengan mengubah tanda (:) menjadi (,)  AT+INIT      -> Simpan Setingan Kemudian tes hidupkan kedua bluetooth, apabila led berklip 2 kali lalu mati begitu seterusnya maka artinya bluetooth telah terpairing.   Silahkan menjajal biar bermanfaat ;)   
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Thursday, August 6, 2020

Arduino Panduan - Cara Kendali Pwm Lewat Serial Monitor

- Komunikasi serial memungkinkan komputer memberikan perintah pada board Arduino atau juga sebaliknya. Bahkan dengan bantuan Serial Monitor Arduino IDE, memungkinkan komputer menerima atau mengirimkan data ke board Arduino. Pada tutorial Arduino kali ini akan diulas tentang bagaimana mengendalikan nilai PWM melalui Serial Monitor Arduino IDE. Perlu diketahui bahwa data yang dikirimkan oleh komputer ke Arduino masih berupa data character. Sehingga perlu diubah terlebih dahulu dari data string atau character menjadi integer . Untuk lebih memahami silahkan copy langsung source code berikut dan coba langsung di laptop/PC sobat. Source Code Berikut ini adalah source code (sketch) Arduino untuk mengendalikan PWM melalui Serial Monitor. /* Program mengatur nilai PWM melalui Serial Monitor Arduino IDE */ String inputString = ""; void setup()   pinMode(9, OUTPUT);   Serial.begin(9600);   Serial.println("Mengubah input string menjadi integer");   Serial.println("Untuk mengendalikan nilai PWM");   delay(1000); void loop()   while(Serial.available() > 0)       int inputChar = Serial.read();     if(isDigit(inputChar))           inputString += (char)inputChar;         if(inputChar == '\n')           int lang = inputString.toInt();       if(lang > 255)               lang = 255;             Serial.println("Nilai PWM maximum 255");       Serial.print("Nilai PWM di pin digital 9: ");       Serial.println(lang);       analogWrite(9, lang);       inputString = "";         delay(1000); Penjelasan singkat tentang source code (sketch) diatas. Variable input String digunakan untuk memuat kumpulan data character yang akan diubah menjadi integer Variable inputChar ialah data pembacaan serial dari komputer Variable lang merupakan hasil nilai integer, yang akan digunakan selaku output nilai PWM pin digital 9 Arduino, selain pin 9 pin lainnya yang dapat digunakan untuk menciptakan output PWM adalah pin 3, 5, 6, 10, dan 11 Untuk isDigit(), digunakan untuk melakukan pemeriksaan apakah data input dari komputer berupa bilangan atau bukan Untuk toInt(), digunakan untuk mengganti sebuah data menjadi menjadi data integer Untuk nilai batas minimum PWM yaitu 0, sedangkan nilai batas maximum yang dipakai ialah 255. Bila nilai yang diberikan lebih dari 255, maka akan diubahsuaikan menjadi nilai batas maximum yang diizinkan. Untuk penerapan nilai PWM tersebut, bisa dipakai untuk mengatur tingkat jelas redup dari suatu lampu atau kecepatan motor, atau mengetes kecepatan roda robot. Source : 4Gebe
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Wednesday, July 29, 2020

Pemahaman Ungkapan Torsi Motor, Starting Torsi, Stall Torsi Dan Load Torsi

- Dalam mengenal motor DC maupun AC, kita akan mendengar ungkapan torsi, dimana torsi ialah kesanggupan motor untuk memperhatahankan nilai inersia motor itu sendiri. Misal tertulis di spesifikasi motor 25Kg artinya beban maksimum yang bisa dimuat motor ialah 25 kg. Jika berlebih bagaimana? Jika kurang bagaimana? Untuk mengenali jawabannya sahabat perlu lebih dalam mengenal perumpamaan lain, mirip starting, stall, load torque . Starting Torque Starting Torque atau Torsi mulai ialah torsi untuk mengatasi goresan, memasukkan inersia, stiksi, dll, dan mempercepat inersia beban. BACA JUGA : Apa itu Motor Servo? Running Torque/ Load Torque Running Torque atau Load Torque merupakan torsi yang kurang dari torsi mulai(starting torque), kegunaaanya ialah mempertahankan akselerasi inersia dan kemampuan menahan beban pada keadaan steady state(Stabil). Stall Torque Batas nilai torsi yang menciptakan motor bergerak lambat bahkan berhenti bergerak. Dan jangan sampai motor sering mengalami stall torque karna akan berakibat fatal, bahkan motor tidak bisa berlangsung lagi karna kelebihan beban alias rusak. Lalu apa perbedaan torsi motor dan kecepatan motor? [BACA DISINI]
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Perbedaan Software Arduino 1.0.X Dengan Versi Baru

Arduino IDE dikala ini sudah banyak versinya, dimana letak perbedaan utama dari model yang terkenal ialah 1.0.x 1.5.x 1.6.x dan sekarang 1.8.x, jika dilihat fungsi utama dari compiler arduino ini tetap sama yakni sebagai software compiler microcontroller Arduino.   Namun tahukah sahabat apa perbedaan mendasar dari Arduino tipe 1.0.x dengan arduino compiler tipe gres dikala ini? 1. Perbedaan Tampilan Startup Jika teman amati pergeseran yang bisa ditentukan adalah setiap versi Arduinonya yaitu penampilan awal. Namun pastinya ini tidak terlalu penting. 2. Pilihan Board Arduino  Pada Arduino Classic (1.0.x) Tidak ada opsi Arduino Yún dan Arduino DUE. Namun sebetulnya mampu sobat atas dengan postingan dibawah ini. Cara Menambahkan Arduino Due di opsi Board Arduino 2. Format Susunan Library Penyusunan library berpengaruh pada kemampuan compiler untuk mendeteksi library yang ada pada arduino. Contoh susunan folder dari library Servo untuk Arduino IDE 1.6.x ialah selaku berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Servo/ Servo/library.properties Servo/keywords.txt Servo/src/ Servo/src/Servo.h Servo/src/Servo.cpp Servo/src/ServoTimers.h Servo/examples/ Servo/examples/Sweep/Sweep.ino Servo/examples/Pot/Pot.ino Servo/extras/ Servo/extras/Servo_Connectors.pdf File library.properties merupakan file metadata. File ini dipakai untuk membuat lebih mudah proses penelusuran dan instalasi library oleh Library Manager, yaitu fitur yang mau diimplementasikan pada Arduino IDE model kedepan. File keywords.txt merupakan file yang digunakan selaku  panduan highlight oleh Arduino IDE untuk syntax yang ada pada library kita. File keywords.txt dapat mengakomodasi 5 jenis instruksi highlight, adalah KEYWORD1 , KEYWORD2 , KEYWORD3 , LITERAL1 ,  LITERAL2 . Adapun masing-masing highlight digunakan untuk membedakan hal-hal mirip function, constant, variable, class, method, dll. Informasi lebih detil perihal keywords.txt beserta cara mengganti warna dari highlight mampu didapatkan di blog SPENCER BLIVEN [Link Mati]. Contoh keywords.txt dari library Servo yakni seperti di bawah (aba-aba sesudah tanda # dianggap sebagai komentar, dan pemisah antara syntax dengan instruksi highlight yaitu TAB): 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 ####################################### # Syntax Coloring Map Servo ####################################### ####################################### # Datatypes (KEYWORD1) ####################################### Servo   KEYWORD1    Servo ####################################### # Methods and Functions (KEYWORD2) ####################################### attach  KEYWORD2 detach  KEYWORD2 write   KEYWORD2 read    KEYWORD2 attached    KEYWORD2 writeMicroseconds   KEYWORD2 readMicroseconds    KEYWORD2 ####################################### # Constants (LITERAL1) ####################################### Folder src ialah daerah dimana file program ( .cpp ) dan file header ( .h ) diletakkan. Pada library Servo, terdapat satu file program ialah  Servo.cpp dan dua file header ialah  Servo.h dan ServoTimers.h . Folder examples merupakan folder dimana kita mampu menaruh pola sketch untuk library kita. File sketch dengan ekstensi .ino kita letakkan dalam folder dengan nama yang sama dengan sketch yang kita buat. Pada contoh library Servo, acuan Sweep.ino ditaruh pada folder Sweep . Folder extras ialah folder yang dapat kita isi dengan dokumentasi/manual atau file-file penunjang untuk library yang kita buat. Perlu diamati juga bahwa file-file tersebut akan menciptakan ukuran library menjadi lebih besar. Tentu masih banyak lagi Perbedaan Software Arduino 1.0.x dengan Versi Baru, namun sekiranya update yang diberikan ditujuan untuk meminimalkan bug dari compiler, walau bahu-membahu model terbaik (stable version) berdasarkan para suhu dikala ini yakni model 1.0.6.
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Tuesday, July 28, 2020

Cara Gampang Mengganti Stik Ps2 Jadi Remote Kendali Dengan Arduino (Library Ps2x)

Stik Playstation PS2 Saat ini memang sulit untuk ditemui, karena sekarang zamannya memakai stik ps4 keatas, akan tetapi untuk hobies elektro, stik ps2 mampu dijadikan selaku remote kontrol. Terlebih stick PS menggunakan komunikasi SPI sebagai interfacenya. Resminya dari Website miliki Bill Porter dapat di buka disini . Gambar dibawah ialah wiring dari pinout konektor PS2. Diambil dari situs web Bill porter. Dimana mampu sobat sambung dengan menggunakan kabel untuk menghubungkan arduino ke connector PS tersebut. Perhatikan wiring konektornya seperti berikut: Sedangkan pada arduino wiringnya selaku berikut: Sebagai example sobat copy acara berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 #include //for v1.6 PS2X ps2x; // create PS2 Controller Class //right now, the library does NOT support hot pluggable controllers, meaning //you must always either restart your Arduino after you conect the controller, //or call config_gamepad(pins) again after connecting the controller. int error = 0 ; byte type = 0 ; byte vibrate = 0 ; int LY, LX, RY, RX, LYold, LXold, RYold, RXold; void setup () Serial.begin( 115200 ); //CHANGES for v1.6 HERE!!! **************PAY ATTENTION************* delay( 500 ); error = ps2x.config_gamepad( 13 , 11 , 10 , 12 , false , false ); //setup pins and settings: GamePad(clock, command, attention, data, Pressures?, Rumble?) check for error if (error == 0 ) Serial.println( "Found Controller, configured successful" ); else if (error == 1 ) Serial.println( "No controller found, check wiring, see readme.txt to enable debug. visit www.billporter.isu for troubleshooting tips" ); else if (error == 2 ) Serial.println( "Controller found but not accepting commands. see readme.txt to enable debug. Visit www.billporter.informasi for troubleshooting tips" ); else if (error == 3 ) Serial.println( "Controller refusing to enter Pressures mode, may not support it. " ); //Serial.print(ps2x.Analog(1), HEX); type = ps2x.readType(); switch (type) case 0 : Serial.println( "Unknown Controller type" ); break ; case 1 : Serial.println( "DualShock Controller Found" ); break ; case 2 : Serial.println( "GuitarHero Controller Found" ); break ; void loop () RY != RYold) Serial.print( "R Stick Values:" ); Serial.print(RY, DEC); Serial.print( "," ); Serial.println(RX, DEC); LYold = LY; LXold = LX; RYold = RY; RXold = RX; delay( 20 ); Penjelasan : Program diatas hanya men-scan tombol dan mendeteksi pergantian tombolnya tergolong pergeseran analog joysticknya. Saya juga mematikan beberapa fitur seperti getar dan analog pada tombol PAD(tombol arah). Akan tetapi program diatas agak sering berulang kali tidak mendeteksi stick PSnya, Jika sahabat  mendapatkan masalah pembacaan stick PS nya  memakai SPI clock lambat. Sobat bisa mengedit library Bill Porter ini, karena terlalu cepat buat stick PS biasa (produksi china). Buka library dari perlambat SCKnya. perhatikan PS2X_lib.h  yang default selaku berikut : 92 93 94 95 96 97 #ifdef __AVR__ // AVR # include # define CTRL_CLK 4 # define CTRL_BYTE_DELAY 3 #else Kemudian edit menjadi: 92 93 94 95 96 97 #ifdef __AVR__ // AVR # include # define CTRL_CLK 10 # define CTRL_BYTE_DELAY 10 #else Kemudian save, coba kembali insa Allah stick PS pribadi terdeteksi tanpa perlu mereset arduinonya.
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Monday, July 27, 2020

Cara Menangani Library Arduino Tidak Terbaca

- Dalam pemrograman Arduino kerap kali kita memerlukan library Arduino hasil karya orang lain, untuk mempermudah kita dalam memprogram. Namun kadang kala ada kalanya library yang ada di internet pribadi serta merta bisa digunakan. Saat teman mencoba mengkompile dengan library baru menerima pesan error bahwa ada library yang tidak ditemukan. Padahal Librarry baru tersebut telah kita masukan folder nya. BACA JUGA : Download Library Arduino untuk Proteus ISIS Biasanya dalam acara arduino Library yang dipakai dideklarasikan di permulaan program, paling atas dengan perintah #include. . Contoh seperti gambar dibawah. Terlihat pada kolom error message jikalau sebuah library tidak tersedia atau tidak terbaca makan akan muncul pesan error dikala dikompile. Library kalman.h tidak terbaca/tersedia   Bagaimana solusinya?  Untuk mengatasi hal ini, Berikut yang mampu kita kerjakan: 1. Melihat pesan error pada bab bawah acara arduino usai dicompile. Dalam contoh ini library kalman.h tidak tersedia.  2. Langkah berikutnya kita mencari librrary mempergunakan mensin pencari, google contohnya. Ketikan dengan kueri pencarian download kalman.h . Maka akan muncul banyak pilihan. Namun paling disarankan untuk mendownload dari situs github.com . Karena umumnya situs ini menawarkan banyak library untuk arduino. 3. Setelah folder zip kita download, kita tingga ekstrak filex, ketika mengekstrak file sebaiknya pilih pilihan ektrak hire... (jikalau dalam file zip terdapat folder). 4. Kemudian hasil ektraknya ini tinggal kita pindahkan ke folder library arduino.  5. Letak folder libraries lazimnya , Data C/ Program File/ Arduino/ Libraries. Setelah ketemu folder librariesnya tinggal kita paste file hasil ekstrak di foleder ini. Untuk melihat hasil library kita perlu menutup semua program arduino yang dibuka, kemudian membuka ulang. Dengan demikian library gres telah terbaca pada acara. Selamat menjajal teman :)
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com