Showing posts with label elektronika. Show all posts
Showing posts with label elektronika. Show all posts

Sunday, August 9, 2020

Sensor Suhu Lm 35 : Cara Kerja Datasheet & Rangkaian Sederhana Di Arduino

Salah satu sensor suhu yang paling banyak digunakan karna selain harga yang cukup murah juga range suhu yang bisa di deteksi cukup baik. Terlebih saat ini penggunaan mikrokontroller seperti Arduino semakin popular dan pin LM35 sangat bisa digunakan di pin input Arduino. Prinsip Kerja LM35 Sensor LM35 bekerja dengan mengubah besaran suhu menjadi besaran tegangan . Tegangan ideal yang keluar dari LM35 mempunyai perbandingan 100°C setara dengan 1 volt. Sensor ini mempunyai pemanasan diri (self heating) kurang dari 0,1°C, dapat dioperasikan dengan menggunakan power supply tunggal dan dapat dihubungkan antar muka (interface) rangkaian control. Datasheet LM35 Ada berbagai macam bentuk fisik dari LM35 : Walau ada berbagai macam bentu namun pada umumnya kemasan sensor suhu LM35 bertipe kemasan TO-92 . Sensor suhu IC LM35 pada dasarnya memiliki 3 pin yang berfungsi sebagai sumber supply tegangan DC +5 volt, sebagai pin output hasil penginderaan dalam bentuk perubahan tegangan DC pada Vout dan pin untuk Ground. Sensor suhu LM35 mampu melakukan pengukuran suhu dari suhu -55ºC hingga +150ºC dengan toleransi kesalahan pengukuran ±0.5ºC. Dilihat dari tipenya range suhu dapat dilihat sebagai berikut : LM35, LM35A -> range pengukuran temperature  -55ºC hingga +150ºC. LM35C, LM35CA -> range pengukuran temperature -40ºC hingga +110ºC. LM35D -> range pengukuran temperature 0ºC hingga +100ºC.  Kelebihan LM 35 : Rentang suhu yang jauh, antara -55 hingga +150ºC Low self-heating, sebesar 0.08 ºC Beroperasi pada tegangan 4 hingga 30 V Tidak memerlukan pengkondisian sinyal Kekurangan LM 35: Membutuhkan tegangan untuk beroperasi. Tegangan output sensor suhu IC LM35 dapat diformulasikan selaku berikut : Vout LM35 = Temperature º x 10 mV Rangakain Kontrol Sederhana dengan Arduino Dalam pengaplikasiannya Sensor Suhu LM 35 dapat digunakan sebagai bahan eksperimen menciptakan thermometer digital, pendeksi api , ataupun robot monitoring suhu ataupun keperluan alat medical. Berikut Contoh Rangkaian Membaca Suhu dengan LM 35 di Arduino : Upload Sketch program Arduino mampu teman coba copy dibawah ini : int LM35 = A0; // dekrasi pin LM35 yakni pin A0 Arduino void setup () Serial.begin (9600); // Baudrate Serial 9600 void loop () float temperature = analogRead (LM35); // menyimpan nilai dari LM35 ke variabel nilaiLM35 temperature = temperature * 0.488; // konversi nilai dari LM35 menjadi Derajat Celcius Serial.print (temperature);                 // menampilkan nilai dari LM35 ke Serial Monitor Serial.println ();          //baris baru         delay (500);                            // memberi jeda sebanyak 500 milidetik Dan tampilkan di serial monitor dan amati, dan coba berikan panas api ataupun es diskitar lm35 dan lihat apakah ada perubahan suhu? Untuk datasheet lengkap mampu sahabat download di bawah ini DOWNLOAD
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Friday, August 7, 2020

Perbedaan Psu Modular Dan Non-Modular

Jufrikablog.com - Biasanya pada salah satu bagian komputer terdapat Power Supply Unit (PSU) yang mempunyai dua tipe, terlihat niscaya pada tulisannya 'Non-Modular ' atau ' Modular' . Sebenarnya apa perbedaan PSU non-Modular dengan PSU modular itu? 1. PSU Non-Modular - Kabel Fix nya melekat pada Body PSU, sehingga tidak mampu di lepas. - Sangat Sulit dalam Management Kabel(pengaturan kabel). - Harganya rata-rata relatif lebih murah dari PSU Modular . 2. PSU Modular - Kabel yang tidak digunakan, mampu di lepas dari Body Power Suply Unit(PSU) . - Management Kabel dapat lebih Mudah, dan Membuatnya terlihat lebih Rapi. - Dilihat dari harga Biasanya lebih mahal dibandingkan PSU Non-Modular . Sehingga mampu ditarik kesimpulan kata modular pada sebuah metode yaitu lebih pada management pengkabelan, dimana modular metode pengkabelannya lebih sedikit karna sudah dirangkai di dalam satu mainboard, tidak hanya untuk tata cara PSU tata cara modular ini mampu dipraktekkan pada konsep penyederhanaan rangakain lainnya.
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Thursday, August 6, 2020

Arduino Panduan - Cara Kendali Pwm Lewat Serial Monitor

- Komunikasi serial memungkinkan komputer memberikan perintah pada board Arduino atau juga sebaliknya. Bahkan dengan bantuan Serial Monitor Arduino IDE, memungkinkan komputer menerima atau mengirimkan data ke board Arduino. Pada tutorial Arduino kali ini akan diulas tentang bagaimana mengendalikan nilai PWM melalui Serial Monitor Arduino IDE. Perlu diketahui bahwa data yang dikirimkan oleh komputer ke Arduino masih berupa data character. Sehingga perlu diubah terlebih dahulu dari data string atau character menjadi integer . Untuk lebih memahami silahkan copy langsung source code berikut dan coba langsung di laptop/PC sobat. Source Code Berikut ini adalah source code (sketch) Arduino untuk mengendalikan PWM melalui Serial Monitor. /* Program mengatur nilai PWM melalui Serial Monitor Arduino IDE */ String inputString = ""; void setup()   pinMode(9, OUTPUT);   Serial.begin(9600);   Serial.println("Mengubah input string menjadi integer");   Serial.println("Untuk mengendalikan nilai PWM");   delay(1000); void loop()   while(Serial.available() > 0)       int inputChar = Serial.read();     if(isDigit(inputChar))           inputString += (char)inputChar;         if(inputChar == '\n')           int lang = inputString.toInt();       if(lang > 255)               lang = 255;             Serial.println("Nilai PWM maximum 255");       Serial.print("Nilai PWM di pin digital 9: ");       Serial.println(lang);       analogWrite(9, lang);       inputString = "";         delay(1000); Penjelasan singkat tentang source code (sketch) diatas. Variable input String digunakan untuk memuat kumpulan data character yang akan diubah menjadi integer Variable inputChar ialah data pembacaan serial dari komputer Variable lang merupakan hasil nilai integer, yang akan digunakan selaku output nilai PWM pin digital 9 Arduino, selain pin 9 pin lainnya yang dapat digunakan untuk menciptakan output PWM adalah pin 3, 5, 6, 10, dan 11 Untuk isDigit(), digunakan untuk melakukan pemeriksaan apakah data input dari komputer berupa bilangan atau bukan Untuk toInt(), digunakan untuk mengganti sebuah data menjadi menjadi data integer Untuk nilai batas minimum PWM yaitu 0, sedangkan nilai batas maximum yang dipakai ialah 255. Bila nilai yang diberikan lebih dari 255, maka akan diubahsuaikan menjadi nilai batas maximum yang diizinkan. Untuk penerapan nilai PWM tersebut, bisa dipakai untuk mengatur tingkat jelas redup dari suatu lampu atau kecepatan motor, atau mengetes kecepatan roda robot. Source : 4Gebe
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Teladan Acara G Code Cutter Radius Kompensasi Kiri (G41)

- Salah satu fungsi G CODE yang sering dimanfaatkan oleh pembuat benda kerja yaitu Cutter Radius, Baik itu G41 (Kompensasi Kiri) ataupun G42(Kompensasi Kanan). Berikut Contoh Program G Code Kompensasi Kiri, sesua gambar kerja diatas. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US; N10 T2 M3 S500 F1000 N20 G0 X112 Y-5 N30 Z-5 N40 G41 N50 G1 X95 Y8 M8 N60 X32 N70 X5 Y15 N80 Y52 N90 G2 X15 Y62 I10 J0 N100 G1 X83 N110 G3 X95 Y50 I12 J0 N120 G1 Y-12 N130 G40 N140 G0 Z100 M9 N150 X150 Y150 N160 M30 Penjelasan : N    - Adalah Penomoran Program T     - Adalah tools  G0   - Bergerak Bebas G40 - Cutter Compensation Cancel  
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Wednesday, August 5, 2020

Pemahaman Pneumatic, Laba Dan Kerugian Pneumatic

- Pneumatic ialah suatu tata cara pencetus yang memakai tekanan udara selaku tenaga penggeraknya. Dalam metode pneumatic (baca: pneumatik), udara bertekanan dipakai sebagai media pengendali komponen komponen pneumatic, mirip valve, cylinder, dll. Dalam dunia industry modern metode pneumatic merupakan syarat wajib yang ada dalam proses produksi, apapun itu cabang industrinya. Karna tata cara pneumatic mempunyai beberapa keutungan dan kelebihan yang menjadi materi pertimbangan. Keutungan Sistem Pneumatic Jumlah Sumber Daya Memiliki sumber daya tidak terbatas, karna udara terdapat dimana mana, dan dapat dikompres dalam jumlah tak terbatas pula. Pengangkutan Praktis Udara dengan mudahnya dapat dialiri di dalam kanal akses pipa, materi dalam jumlah yang besar. Dan tidak dibutuhkan saluran balik ke kompresor.  Penyimpanan Kompresor tidak mesti beroperasi terus menerus. Udara bertekanan (kompres) mampu disimpan dan dibuang dari tangka penampungan. Temperatur Udara bertekanan tidak sensitive terhadap pergantian suhu, sehingga dapat ditentukan beroperasi disuhu yang ekstrim sekalipun. Ledakan Penggunaan udara tidak mempunyai resiko terhadap ledakan atau api, karna itulah ongkos perlindungan ledakan tidak terlampau mahal. Kebersihan udara Udara bertekanan dinyatakan bersih bila tidak ada kebocoran pipa atau unsur/komponennya tidak menyebkan kontaminasi. Bahkan kebersihan sangat diperlukan seperti dalam idustri masakan, kayu tekstil, kulit, dll. Konstruksi Konstruksi komponen kerja sederhana dan harganya tidak mahal untuk industry. Kecepatan Udara bertekanan merupakan media yang sangat cepat. Memungkinkan perkerjaan berkecepatan tinggi. (Kecepatan kerja silinder pneumatic sekitar 1 hingga 2 m/s). Pengaman Overload Peralatan pneumatic dan unsur kerjanya mampu dibebani hingga dia tidka bergerak lagi. Kekurangan sistem Pneumatic Persiapan Harus Bagus Udara bertekanan membutuhkan persiapan yang elok, tidak kotor dan lembab.  Kompresibel Sangat tidak memungkinkan untuk menerima keseimbangan dan laju piston yang konstan menggunakan udara bertekanan.  Keperluan Tekanan Udara bertekanan bersifat hemat hingga tekanan tertentu. Dibawan tekanan kerja normal sekitar 700 Kpa (7Bar) dan selau tergantung pada jarak dan kecepatan (sekitar 20 KN hingga 30 KN).  Suara Udara Bunyi pembuangan cepat sangatlah keras, yang menjadi urusan kini, bagaimanapun, sebagian besar bunyinya dipecahkan oleh pengembagan material serapan bunyi tetap masih terdengar. Itulah beberapa dasar ilmu pneumatic, Pengertian Pneumatic, Keuntungan dan Kerugian penggunaan Pneumatic.
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Download Fluidsim 4 - Aplikasi Simulasi Pneumatik

PORTABLE

Tuesday, August 4, 2020

Kelebihan Dan Kekurangan Tata Cara Cascade Dalam Pneumatic

Metode Cascade yaitu suatu tata cara dalam perancangan metode pneumatik yang terencana. Metode ini umumnya dipakai untuk menuntaskan persoalan yang tidak mampu diselesaikan dengan metode intuitif, misalnya digunakan untuk menangani sinyal bentrok ( over lapping ) . Kelebihan Metode Cascade Pneumatik  Mampu menangani Sinyal Bentrok Meningkatkan atau memperbaiki kedinamisan performansi control loop. Kekurangan Metode Cascade Pneumatik - Tingkat kerepotan bertambah saat mengontrol 4 line lebih kanal udara. Setelah mengatahui apa kelebihan dan kekurangan (Advanage and disvantage) dari pneumatic : Peraturan dalam peneramapan metode cascade yaitu  :  Dalam perancangan cascade, perlu dikatahui bahwa cascade bekerja mengunakan prinsip dalam diagram waktu(discreate).Dimana Hanya satu output saja yang memiliki tekanan. Dan yang yang lain menunggu aba-aba berikutnya hingga output yang sebelumnya simpulan. Hanya satu output yang diberi tekanan sedangkan yang lain terhubung dengan atmosfir(udara luar). a. Mendefinisikan langkah kerja sesuai dengan permasalahannya.     Contoh : A+ B+ A- B- b. Membagi kalangan sinyal yang bentrok misal antara silinder maju dan mundur harus dipisahkan. Masing-masing golongan memerlukan 1 jalan masuk ( S1, S2 dst ), akses terakhir untuk mengkatifkan keadaan awal. Contoh : A+ B-

Saturday, August 1, 2020

Jenis Jenis Pergerakan Mobile Robot (Robot Beroda)

-Ada 4 Jenis robot yang dikembangkan saat ini,  salah satu jenis robot yang selalu dikembangkan saat ini ialah robot beroda, dimana memanfaatkan roda sebagai pencetus utama dari robot itu sendiri.   Khusus untuk mobile robot atau robot beroda mempunyai jenis jenis pergerakan tersendiri, diantaranya : Differential drive Tricyle drive Syncronous drive Holonomic drive Apa arti dari perumpamaan perumpamaan diatas? Berikut jelaskan : Differential drive Ciri ciri robot yang menggunakan sistem gerak Differential drive terdiri dari dua buah roda yang berpasangan pada kiri dan kanan robot, perhatikan gambar dibawah ini. Dimana dengan metode Differential drive memunginkan jenis robot beroda ini berputar ditempat dengan cara memutar aktuator dengan arah berlawanan satu sama lain. ---- Tricyle drive Tricyle drive merupakan metode gerak dengan tiga buah roda . Dimana 2 roda dengan satu poros dihubungkan pada suatu motor penggagas, sedangkan 1 roda (umumnya di depan) selaku kemudi yang dapat berputar (setir kemudi), saat berbelok akan didapatkan radius sepanjang titik pertemuan antara roda depan dengan roda belakang, perhatikan gambar dibawah ini. Simulasi pergerakan Tricycle  Untuk lebih dapat memahami contoh sistem gerak ini pada kehidupan sehari-hari ialah alat transportasi becak dan bajai.  Syncronous drive  Syncronous drive adalah tata cara yang memakai semua roda yang terdapat pada robot untuk dapat bergerak. Pada dikala robot berjalan pada permukaan yang tidak rata, maka roda yang kuat pada ketidakrataan permukaan akan didukung oleh roda yang tidak terpengaruh, sehingga roda mampu bergerak dengan arah yang tetap. Perhatikan gambar dibawah ini. Contoh metode gerak ini pada kehidupan sehari-hari adala pada roda trolly pasar supermarket. Dan jenis robot yang biasa digunakan yaitu mecanum robot. Holonomic drive Holonomic drive yakni sistem gerak yang memungkinkan robot bergerak ke segala arah (dengan menggunakan roda omni-directional), amati gambar dibawah ini. Konfigurasi ini memungkinkan gerakan rotasi dan translasi pada mobile robot. Simulasi Gambar Holonomic Drive
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Wednesday, July 29, 2020

Perbedaan Software Arduino 1.0.X Dengan Versi Baru

Arduino IDE dikala ini sudah banyak versinya, dimana letak perbedaan utama dari model yang terkenal ialah 1.0.x 1.5.x 1.6.x dan sekarang 1.8.x, jika dilihat fungsi utama dari compiler arduino ini tetap sama yakni sebagai software compiler microcontroller Arduino.   Namun tahukah sahabat apa perbedaan mendasar dari Arduino tipe 1.0.x dengan arduino compiler tipe gres dikala ini? 1. Perbedaan Tampilan Startup Jika teman amati pergeseran yang bisa ditentukan adalah setiap versi Arduinonya yaitu penampilan awal. Namun pastinya ini tidak terlalu penting. 2. Pilihan Board Arduino  Pada Arduino Classic (1.0.x) Tidak ada opsi Arduino Yún dan Arduino DUE. Namun sebetulnya mampu sobat atas dengan postingan dibawah ini. Cara Menambahkan Arduino Due di opsi Board Arduino 2. Format Susunan Library Penyusunan library berpengaruh pada kemampuan compiler untuk mendeteksi library yang ada pada arduino. Contoh susunan folder dari library Servo untuk Arduino IDE 1.6.x ialah selaku berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Servo/ Servo/library.properties Servo/keywords.txt Servo/src/ Servo/src/Servo.h Servo/src/Servo.cpp Servo/src/ServoTimers.h Servo/examples/ Servo/examples/Sweep/Sweep.ino Servo/examples/Pot/Pot.ino Servo/extras/ Servo/extras/Servo_Connectors.pdf File library.properties merupakan file metadata. File ini dipakai untuk membuat lebih mudah proses penelusuran dan instalasi library oleh Library Manager, yaitu fitur yang mau diimplementasikan pada Arduino IDE model kedepan. File keywords.txt merupakan file yang digunakan selaku  panduan highlight oleh Arduino IDE untuk syntax yang ada pada library kita. File keywords.txt dapat mengakomodasi 5 jenis instruksi highlight, adalah KEYWORD1 , KEYWORD2 , KEYWORD3 , LITERAL1 ,  LITERAL2 . Adapun masing-masing highlight digunakan untuk membedakan hal-hal mirip function, constant, variable, class, method, dll. Informasi lebih detil perihal keywords.txt beserta cara mengganti warna dari highlight mampu didapatkan di blog SPENCER BLIVEN [Link Mati]. Contoh keywords.txt dari library Servo yakni seperti di bawah (aba-aba sesudah tanda # dianggap sebagai komentar, dan pemisah antara syntax dengan instruksi highlight yaitu TAB): 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 ####################################### # Syntax Coloring Map Servo ####################################### ####################################### # Datatypes (KEYWORD1) ####################################### Servo   KEYWORD1    Servo ####################################### # Methods and Functions (KEYWORD2) ####################################### attach  KEYWORD2 detach  KEYWORD2 write   KEYWORD2 read    KEYWORD2 attached    KEYWORD2 writeMicroseconds   KEYWORD2 readMicroseconds    KEYWORD2 ####################################### # Constants (LITERAL1) ####################################### Folder src ialah daerah dimana file program ( .cpp ) dan file header ( .h ) diletakkan. Pada library Servo, terdapat satu file program ialah  Servo.cpp dan dua file header ialah  Servo.h dan ServoTimers.h . Folder examples merupakan folder dimana kita mampu menaruh pola sketch untuk library kita. File sketch dengan ekstensi .ino kita letakkan dalam folder dengan nama yang sama dengan sketch yang kita buat. Pada contoh library Servo, acuan Sweep.ino ditaruh pada folder Sweep . Folder extras ialah folder yang dapat kita isi dengan dokumentasi/manual atau file-file penunjang untuk library yang kita buat. Perlu diamati juga bahwa file-file tersebut akan menciptakan ukuran library menjadi lebih besar. Tentu masih banyak lagi Perbedaan Software Arduino 1.0.x dengan Versi Baru, namun sekiranya update yang diberikan ditujuan untuk meminimalkan bug dari compiler, walau bahu-membahu model terbaik (stable version) berdasarkan para suhu dikala ini yakni model 1.0.6.
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Tuesday, July 28, 2020

Defenisi, Aksara Dan Fitur Microcontroller

Mikrocontroller tentunya telah tidak gila untuk dikala ini, apalagi bagi mereka yang memiliki hobi mengutak atik sebuah metode elektronika. 1. Karakteristik Mikrokontroler Mikrokontroler memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Memiliki acara khusus yang disimpan didalam memori untuk aplikasi tertentu, tidak mirip PC yang multifungsi karena gampangnya masukan acara. Program mikrokontroler relatif lebih kecil dari pada program-acara pada PC. b. Konsumsi daya lebih kecil. c. Rangkaiannya lebih sederhana dan kompak. d. Harganya murah, sebab komponennya sedikit. e. Unit I/O yang sederhana, misalnya LCD, LED, Latch. f. Lebih tahan kepada kondisi lingkungan ekstrim, misalanya temperature tekanan, kelembaban, dan sebagainya. BACA JUGA : Perbedaan Software Arduino 1.0.x dengan Versi Baru 2. Fitur-Fitur Mikrokontroler Ada beberapa fitur yang kebanyakan ada dalam mikrokontroler, yang biasa dipakai selaku tolok ukur kebutuhan pembuatan aplikasi berbasis mikrokontroller, fitur-fitur tersebut selaku berikut : a. RAM RAM digunakan oleh mikrokontroler untuk kawasan penyimpanan variable. Memori ini bersifat volatile yang artinya akan kehilangan semua data nya jika tidak menerima catu daya(energi). b. ROM. ROM disebut selaku aba-aba memori alasannya adalah berfungsi untuk temat penyimpanan program yang mau diberikan oleh user. c. Register. Register ialah tempat penyimpanan nilai-nilai yangdigunakan dalam proses yang sudah ditawarkan oleh mikrokontroler. d. Special Function Register Merupakan register khusus yang berfungsi untuk mengontrol jalannya mikrokontroler dan register ini terletak di RAM. e. Input dan Output Pin. Pin input ialah bab yang berfungsi sebagai peserta signal dari luar dan pin ini dihubungkan ke aneka macam media inputan mirip keypad, sensor, keyboard, dan sebagainya. Pin Output ialah bab yang berfungsi untuk mengeluarkan signal dari hasil proses algoritma mikrokontroler. f. Interrupt. Interrupt  merupakan bab dari mikrokontroler yang berfungsi sebagai bagian yang mampu  melakukan intrupsi,  sehingga saat program sedang dijalankan, program tersebut mampu diinterupsikan apalagi dan menjalakan program interupsi terlebih dahulu. Bahkan berdasarkan Malik dan Mohammed Juwana (2009:3). Ada beberapa jenis interrupt yang terdapat pada mikrokontroler yakni : 1. Interrupt Eksternal. Interrupt ini akan terjadi dikala ada inputan dari pin interrupt. 2. Interrupt Timer. Interrupt ini akan terjadi dikala waktu tertentu sudah tercapai. 3. Interrupt Serial.  Interrupt ini akan terjadi dikala ada penerima telah tercapai.
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Cara Gampang Mengganti Stik Ps2 Jadi Remote Kendali Dengan Arduino (Library Ps2x)

Stik Playstation PS2 Saat ini memang sulit untuk ditemui, karena sekarang zamannya memakai stik ps4 keatas, akan tetapi untuk hobies elektro, stik ps2 mampu dijadikan selaku remote kontrol. Terlebih stick PS menggunakan komunikasi SPI sebagai interfacenya. Resminya dari Website miliki Bill Porter dapat di buka disini . Gambar dibawah ialah wiring dari pinout konektor PS2. Diambil dari situs web Bill porter. Dimana mampu sobat sambung dengan menggunakan kabel untuk menghubungkan arduino ke connector PS tersebut. Perhatikan wiring konektornya seperti berikut: Sedangkan pada arduino wiringnya selaku berikut: Sebagai example sobat copy acara berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 #include //for v1.6 PS2X ps2x; // create PS2 Controller Class //right now, the library does NOT support hot pluggable controllers, meaning //you must always either restart your Arduino after you conect the controller, //or call config_gamepad(pins) again after connecting the controller. int error = 0 ; byte type = 0 ; byte vibrate = 0 ; int LY, LX, RY, RX, LYold, LXold, RYold, RXold; void setup () Serial.begin( 115200 ); //CHANGES for v1.6 HERE!!! **************PAY ATTENTION************* delay( 500 ); error = ps2x.config_gamepad( 13 , 11 , 10 , 12 , false , false ); //setup pins and settings: GamePad(clock, command, attention, data, Pressures?, Rumble?) check for error if (error == 0 ) Serial.println( "Found Controller, configured successful" ); else if (error == 1 ) Serial.println( "No controller found, check wiring, see readme.txt to enable debug. visit www.billporter.isu for troubleshooting tips" ); else if (error == 2 ) Serial.println( "Controller found but not accepting commands. see readme.txt to enable debug. Visit www.billporter.informasi for troubleshooting tips" ); else if (error == 3 ) Serial.println( "Controller refusing to enter Pressures mode, may not support it. " ); //Serial.print(ps2x.Analog(1), HEX); type = ps2x.readType(); switch (type) case 0 : Serial.println( "Unknown Controller type" ); break ; case 1 : Serial.println( "DualShock Controller Found" ); break ; case 2 : Serial.println( "GuitarHero Controller Found" ); break ; void loop () RY != RYold) Serial.print( "R Stick Values:" ); Serial.print(RY, DEC); Serial.print( "," ); Serial.println(RX, DEC); LYold = LY; LXold = LX; RYold = RY; RXold = RX; delay( 20 ); Penjelasan : Program diatas hanya men-scan tombol dan mendeteksi pergantian tombolnya tergolong pergeseran analog joysticknya. Saya juga mematikan beberapa fitur seperti getar dan analog pada tombol PAD(tombol arah). Akan tetapi program diatas agak sering berulang kali tidak mendeteksi stick PSnya, Jika sahabat  mendapatkan masalah pembacaan stick PS nya  memakai SPI clock lambat. Sobat bisa mengedit library Bill Porter ini, karena terlalu cepat buat stick PS biasa (produksi china). Buka library dari perlambat SCKnya. perhatikan PS2X_lib.h  yang default selaku berikut : 92 93 94 95 96 97 #ifdef __AVR__ // AVR # include # define CTRL_CLK 4 # define CTRL_BYTE_DELAY 3 #else Kemudian edit menjadi: 92 93 94 95 96 97 #ifdef __AVR__ // AVR # include # define CTRL_CLK 10 # define CTRL_BYTE_DELAY 10 #else Kemudian save, coba kembali insa Allah stick PS pribadi terdeteksi tanpa perlu mereset arduinonya.
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Monday, July 27, 2020

Cara Menangani Library Arduino Tidak Terbaca

- Dalam pemrograman Arduino kerap kali kita memerlukan library Arduino hasil karya orang lain, untuk mempermudah kita dalam memprogram. Namun kadang kala ada kalanya library yang ada di internet pribadi serta merta bisa digunakan. Saat teman mencoba mengkompile dengan library baru menerima pesan error bahwa ada library yang tidak ditemukan. Padahal Librarry baru tersebut telah kita masukan folder nya. BACA JUGA : Download Library Arduino untuk Proteus ISIS Biasanya dalam acara arduino Library yang dipakai dideklarasikan di permulaan program, paling atas dengan perintah #include. . Contoh seperti gambar dibawah. Terlihat pada kolom error message jikalau sebuah library tidak tersedia atau tidak terbaca makan akan muncul pesan error dikala dikompile. Library kalman.h tidak terbaca/tersedia   Bagaimana solusinya?  Untuk mengatasi hal ini, Berikut yang mampu kita kerjakan: 1. Melihat pesan error pada bab bawah acara arduino usai dicompile. Dalam contoh ini library kalman.h tidak tersedia.  2. Langkah berikutnya kita mencari librrary mempergunakan mensin pencari, google contohnya. Ketikan dengan kueri pencarian download kalman.h . Maka akan muncul banyak pilihan. Namun paling disarankan untuk mendownload dari situs github.com . Karena umumnya situs ini menawarkan banyak library untuk arduino. 3. Setelah folder zip kita download, kita tingga ekstrak filex, ketika mengekstrak file sebaiknya pilih pilihan ektrak hire... (jikalau dalam file zip terdapat folder). 4. Kemudian hasil ektraknya ini tinggal kita pindahkan ke folder library arduino.  5. Letak folder libraries lazimnya , Data C/ Program File/ Arduino/ Libraries. Setelah ketemu folder librariesnya tinggal kita paste file hasil ekstrak di foleder ini. Untuk melihat hasil library kita perlu menutup semua program arduino yang dibuka, kemudian membuka ulang. Dengan demikian library gres telah terbaca pada acara. Selamat menjajal teman :)
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Encoder Dalam Mobile Robot

Semua wacana Encoder dan aplikasnya dalam mobile robot mampu teman lihat di index bawah ini : Secara Singkat Encoder ialah salah satu sensor yang mengubah nilai suatu putaran menjadi sinyal-sinyal elektrik. Untuk lengkapnya sahabat bisa membaca list special postingan berikut : 1. Pengertian Encoder, Apa itu Encoder? Bagaiamana Prinsip Kerjanya? 2. Belajar Menggunakan Encoder dengan Praktis Pada Arduino . 3. Membaca Count Per Revolution (Jumlah Putaran 1 roda ) dengan sensor Encoder dengan Arduino. 4. Pengertian RPM dan RPS. 5. Mengetahui RPM dan RPS Motor DC dengan Arduino+Encoder. 5. Pembacaan Jarak tempuh robot dengan Encoder. 6. Autonomus Move differential Mobile Robot dengan Encoder. Postingan ini akan di update sesudah benar benar saya pelajari, keep stay on my blog ;)
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Sunday, July 26, 2020

Mengetahui Tipe Data Pada Arduino Dan Contohnya

Pada arduino pembrograman yang diketahui yakni bahasa C, adapun beberapa tipe data yang dikenal hamper sama dengan bahasa C sendiri, ialah Integer, float, Boolean, double, byte dll. Berikut beberapa perbedaan antara tipe data tersebut yang sering digunakan untuk programmer pemula. Tipe data Arduino  Boolean  Pada tipe data boolean hanya mempunyai 2 data yaitu benar (true) dan salah (false) dan cuma menggunakan 1 byte memori Arduino. Dimana contoh penggunaannya sungguh diperlukan untuk keluar dan masuk dari sebuah kondisi. Contoh penggunaan : if (check==true) voidAjalan(); atau sebaliknya Integer Integer adalah tipe data yang itama untuk menyimpan nilai bilangan bundar TANPA KOMA. Penyimpanan integer sebesar 1-bit dengan range 32.767 sampai -32.768. Contoh  int A=2; //artinya bilangan A bernilai bilangan lingkaran 2 Float Float yaitu tipe data yang dapat memuat nilai decimal, float merupakan penyimpanan yang lebih besar dari integer dan dapat menyimpan sebesar 32-bit dengan range 3.4028235E+38 hingga -3.4028235E+38 BACA :  Arduino Tutorial - Cara Kendali PWM Melalui Serial Monitor  Array Array ialah kumpulan nilai, yang dapat bias di jalan masuk dengan index number, nilai yang terdapat dalam array mampu dipanggil dengan cara menuliskan nama array[nomor indeks]. Array dengan index 0 ialah nilai pertama dari array. Array perlu di dekarasikan dan jikalau perlu di beri nilai sebelum di gunakan. Dari penggunaan array biasa digunakan untuk memparsing data. Format penggunaan Array : int arraysName[] =nilai0,nilai1,nilai2… Contoh penggunaan Array : int NamaArray[]=1,3,6,8 int X = NamaArray[2]; Serial.println(X); //maka akan ditampilkan nilai 6 karna indeks dimulai dari 0,1,2,3 String String ialah tipe data yang berisi kumpulan karakter alfanumerik, bisa berbentukangka, karakter maupun karakter khusus(*,@,#,dst). Long Merupakan ukurang untuk long integer dengan range -2.147.483.648 hingga 2.147.483.647 penggunaannya biasa dipakai dalam penggunaan timer. Contoh : long interval=1000000; const (anta) Konstanta merupakan nilai suatu besaran yang tidak berubah besarnya atau memiliki nilai yang tetap. Dalam pemograman arduino ditulis dengan kata “const” yang artinya konstanta, biasa digunakan dalam awal pendeklarasian pin yang tidak berubah-ubah, dan ini bahwasanya bukan tipe data namun setidaknya teman paham penggunaanya sungguh berkhasiat. Contoh : const int PIN1=A1; const int PIN2=A2;
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Saturday, July 25, 2020

Cara Gampang Membaca Count Encoder Dengan Arduino

Apa itu Sensor Encoder?   Encoder ialah salah satu sensor yang paling banyak digunakan dalam bidang industri, encoder memiliki kemampuan untuk menjumlah jumlah putaran sesuatu yang berputar dari pulsa yang dihasilkan dari encoder itu sendiri. Namun pulsa tersebut bisanya timbul dari pemicu yang terhubung/ tercouple pada aktivis/aktuator. Seperti jumlah putaran motor DC, putaran motor servo, Dll. Diaplikasikan Kemana? Pengaplikasiannya pun beragam, seperti mengenali posisi mesin CNC, posisi lengan robot, penghitung jumlah putaran, pengkondisian sebuah alat mulai start stop, Dll. Bagaimana Cara Menghitung Pulsa Encoder ? Untuk lebih mengerti apa itu encoder? mari kita coba mengkalkulasikan pulsa encoder dengan Arduino. Adapun yang perlu teman rencanakan yaitu : 1. Board Arduino (Yang aku pakai MEGA2560) 2. Encoder / motor DC dengan internal encoder. 3. Library PinChangeInt  (Link Download dibawah postingan) Baca : Cara memasukan library baru ke Arduino Setelah antisipasi telah ada langkah berikutnya adalah : Wiring : Contoh Perwiringan Encoder [GAMBAR] 3. Sesuaikan Wiring Channel A dan B Arduino ke Pin yang ada di program Arduino. 4. Jika Encoder sobat membutuhkan daya , jangan lupa beri daya sesui kebutuhan sensor. Program : 1. Copy Sketch berikut ini ke dalam Arduino IDE sahabat. /* Membaca Count Encoder dengan Arduino IND : Sesuaikan Pin Channel A dan B teman, PinChangeInt berfunsi baik dalam pin Analog EN  : Please careful to select your pin Channel A and B, PinChangeInt best performance in Analog Pin   Arduino Uno :   A0 A1 A2 A3 A4 A5   Arduino Mega :   A10 A11 A12 A13 A14 A15 IND : Jika memakai pin digital maka setiap channel mesti diberi resistor pull up       Keterangan lengkap baca isi libray dari PinChangeInt EN  : If you use digital Pin, insert every pin channel with pull up resistor Created by : Jufrika Danil Date       : 19/12/2017 */   #include       //library   #include //library   #define encoder1PhaseA A10  //A10 Channel A   #define encoder1PhaseB A11  //A11 Channel B    long encoder1Position=0; void setup()   // put your setup code here, to run once:   pinMode (encoder1PhaseA,INPUT); //set as input   pinMode (encoder1PhaseB,INPUT); //set as input     //Set Encoder PullUp   digitalWrite(encoder1PhaseA,HIGH);   digitalWrite(encoder1PhaseB,HIGH);   PCintPort::attachInterrupt(A10, doEncoder1, CHANGE); //learn type Change, Rising   Serial.begin (9600); //Standard Serial Monitor void loop()   // put your main code here, to run repeatedly:  float newposition = encoder1Position; //store encoder position to newposition variable  Serial.print   ("count: ");  Serial.print (newposition);  //print in serial monitor  Serial.println (); // function void to read encoder void doEncoder1()   if (digitalRead(encoder1PhaseA) == digitalRead(encoder1PhaseB))       encoder1Position--;     else       encoder1Position++;   2. Compile Program tersebut dan tentukan library terbaca (tidak ada fatal error). 3. Hubunkan Arduino dan pastikan Port dan Board Arduino sobat telah benar. 4. Upload Program dan Buka Serial Monitor. 5. Putar ke Kiri atau ke kanan maka pulsa encoder akan terbaca mirip gambar berikut. DOWNLOAD LIBRARY 
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Tuesday, July 21, 2020

Cara Gampang Mengunakan Graphis Dalam Aplikasi C#

Kali ini saya akan sedikit berbagi bagaimana cara menggunakan event graphic yang biasa kita gunakan untuk aplikais menggambar dengan paint atau sejenis lainnya . ok berikut caranya sob sedikit teori dulu ... Mouse adalah salah satu input komputer yang sangat penting. Mouse sangat dibutuhkan untuk berinteraksi dengan GUI aplikasi Windows. Dengan mouse, user dapat mengarahkan kursor, menge-klik maupun menge-drag sebuah object. Menekan, melepaskan tombol mouse maupun menggerakkan kursor mouse akan menghasilkan event. Pada praktikum ini kita mencoba memanfaatkan event-event mouse tersebut untuk menggambar grafik. Untuk menggambar pada form, atau object lain sebagai base menggambar, kita akan menggunakan object Graphics. Di dalam object ini terdapat beberapa method untuk menggambar text, garis, persegi panjang dan elips. Latihan nya sob ... Untuk latihan diawal kita masih memanfaatkan form sebagai media untuk coret" graphic kita Buka dulu aplikasi nya dan buat windows form seperti biasa (File>New>Solution>WindowsAplication) Lalu  kita harus mendeklarasikan object Graphics, dan kita letakkan selaku global. private Graphics objGraphic; Kemudian gres kita buat instance object-nya. Untuk class Graphics, kita tidak bisa mendeklarasikan lalu pribadi menciptakan instancenya. Karena method CreateGraphics tidak mampu digunakan eksklusif saat kita mendeklarasikan Graphics. Oleh alasannya itu, untuk membuat instance object, kita lakukan di event FormLoad. caranya sperti di gambar  isi Form Load dengan ini objGraphic = CreateGraphics(); Coba dulu laksanakan apakah ada error? kalau tidak kita ke langkah selanjutnya :) nah Kita mulai menggambar bila tombol kiri mouse ditekan. Selama ini kita membuat acara dikala tombol kiri mouse di-klik. Untuk menyertakan program bila tombol kiri mouse ditekan (atau apapun selain klik), gunakan event yang ada di toolbox properties. Klik ganda pada MouseDown, maka kita akan dibawa ke source code untuk event OnMouseDown. Tambahkan program berikut: if (e.Button == MouseButtons.Left) //jikalau mouse button klik kiri di laksanakan maka jdPaint = true ;   // jdpaint bernilai benar    Variabel shouldPaint yakni variabel boolean yang harus kita deklarasikan di awal selaku variabel global semoga mampu diakses oleh semua fungsi. caranya letakan ini di bawah  private Graphics objGraphic; private jdPaint = false; //artinya jdPaint di keadaan permulaan ialah false Kemudian semoga aplikasi mulai menggambar saat mouse kiri di klik dan mouse bergerak, maka kita harus membuat acara ketika mouse bergerak. Klik ganda pada MouseMove, maka kita akan dibawa ke source code untuk event OnMouseMove. Tambahkan acara berikut: if( shouldPaint ==true) objGraphic.FillEllipse(new SolidBrush(Color.Black), e.X, e.Y, 10,10); Statement di atas adalah untuk menggambar elips dengan menggunakan brush berwarna biru keunguan, di koordinat event X dan event Y, tinggi elips sebesar intDiameter, lebar elips sebesar intDiameter juga alias bulat. Agar aplikasi berhenti menggambar dikala tombol mouse dilepas, kita harus menambahkan program di event OnMouseUp. void MainFormMouseUp(object sender, MouseEventArgs e) shouldPaint = false; dan coba laksanakan programnya sob . Sekian Tutorial Mengunakan Graphis dalam aplikasi C# dengan Sangat Mudah
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Wednesday, July 15, 2020

Cara Menampilkan Grafik Dengan Serial Plotter Arduino

Hai teman jufrika blog, pada arduino lazimnya kita menampilkan data dapat memakai serial monitor. Misal kita ingin menampilkan posisi gerakan robot dari odometer maka mampu kita tampilkan dalam bentuk serial seperti pola berikut : Angka seperti itu pasti jikalau orang awam agak susah melihatnya dan lebih mudah penampilan data ditampilkan dalam bentuk grafik. Untuk menampilkan sebuah data dalam bentuk grafik sahabat mampu menggunakan fitur serial plotter yang ada pada arduino IDE versi 1.6.6. Cara menggunakan Serial Plotter Arduino : 1. Colokan kabel serial Arduino ke PC. 2. Pada Arduino IDE, tekan CTRL+SHIFT+L. 3. Maka serial akan ditampilkan dalam bentuk grafik. Kekurangan dari serial plotter arduino ini ialah hanya mampu menampilkan 1 data saja, misal teman ingin menampilkan data suhu, kecepatan, posisi. maka yang hanya bisa di tampilkan data suhu saja, posisi saja, atau kecepatan saja, dan tidak mempunyai data waktu. Contoh  seperti gambar berikut : gambar diatas merupakan tampilan posisi X robot yang sedang aku kerjakan.
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Sunday, July 12, 2020

Mengenal Mesin Aoi (Automatic Optical Inspection)

Mesin AOI (Automatic Optical Inspection) merupakan nama suatu mesin yang berfungsi untuk memperbaiki dan mendeteksi suatu rangkaian PCB. Seperti melihat apakah terjadi kesalahan pada rangkaian. Seperti mendeteksi komponen kosong,bagian bergeser, dan bagian miring. Dalam industri PCB skala besar umumnya mesin ini beroperasi sesudah PCB melalui proses SMT (Surface mounting technology). Mesin AOI ibaratkan sebuah camera yang mempunyai resolusi tinggi, sehingga bisa melihat komponen dengan jarak bersahabat dan higienis. Berikut video pengoperasian mesin AOI Berikut bentuk dari Mesin AOI
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Bagian Aktif Dan Pasif Elektronik

Komponen Aktif dan Pasif elektronika merupakan pelajaran atau ilmu dasar yang mesti dimiliki dan dikuasai seorang yang berkutik di dunia elektronika atau elektro arus kecil, baik itu pelajar dan pekerja telah hal niscaya akan perlu tau hal ini, bahkan jikalau teman ingin melamar pekerjaan yang memerlukan requirement basic elektronics telah hal niscaya akan ditanyakan hal ini. Apa itu komponen Aktif? Komponen elektronika aktif merupakan jenis unsur elektronika yang membutuhkan arus eksternal untuk mampu beroperasi. Dengan kata lain, bagian elektro aktif hanya mampu berfungsi kalau mendapatkan sumber arus listrik dari luar (eksternal). Apa itu unsur Pasif? Komponen elektro pasif merupakan jenis unsur elektronika yang tidak memerlukan arus eksternal untuk mampu beroperasi. Dengan kata lain, unsur elektronik pasif  dapat berfungsi meskipun tidak menerima sumber arus listrik dari luar. Apa saja Contoh Komponen Aktif? 1. IC 2. Transistor 3. Dioda 4. LED Apa saja Contoh Komponen Pasif? 1. Resistor 2. Kapasitor 3. Induktor 4. Thermistor 5. Saklar Kenapa IC diklarifikasikan sebagai komponen Aktif? karna karakteristiknya yang mau aktif jikalau telah diberi arus, bila tidak diberi arus maka IC manapun tidak akan berfungsi. Kenapa Resistor diklarifikan sebagai bagian Pasif? alasannya karateristiknya yang walaupun tidak diberi arus nilai hambatan tidak akan berubah dan bisa sahabat ukur pribadi dengan alat ukur. Untuk menambah ilmu sahabat coba sebutkan kenapa dioda disebut unsur aktif?
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com

Tuesday, June 30, 2020

Ubec Vs Ic Regulator Mana Lebih Stabil?

UBEC (Ultimate Battery Elimination Circuit) merupakan DC to DC step-down voltage regulator, sedangkan IC linear regulator ialah IC yang dirancang untuk mempertahankan level tegangan konstan secara otomatis, teladan IC Regulator Seri 78xx dan 79xx yakni untuk membatasi besarnya voltase dengan nilai xx, sehingga stabil pada voltase tertentu. 1. Perbedaan Rangkaian secara garis besar untuk mengetahui perbedaan dari UBEC dan IC Regulator mampu kita lihat dari rangkaian perangkai nya :   Rangkaian IC Regulator schematic 78xx voltage regulator Rangkaian UBEC (DC to DC Step-down) schematic lm2596 dc to dc buck converter 2. Perbedaan Penggunaan / Pengaplikasian UBEC dari kata Ultimate Battery Elimination Circuit biasa digunakan untuk mengeleminasi tegangan yang berasal dari sebuah battery, lazimnya mirip penggunaan Remote Control CAR, drone dan lain sebagainya dimana battery yang digunakan memiliki sumber daya lebih besar xx VDC dari pada rangkaian control yang ada pada Remote Control CAR atau drone itu sendiri tetapi memerlukan Arus yang besar untuk dapat bertahan lama. IC Regulator biasa digunakan untuk masalah industri PCB yang membutuhkan catu daya fix, misal 5V 8V 12V maka diharapkan tegangan linear dan  IC regulator umumnya memiliki output arus lebih kecil ketimbang UBEC yang mampu mengualkan daya 90% lebih, tetapi secara dimensi IC Regulator lebih cocok dalam PCB alasannya adalah membuthkan rangkaian dan unsur pembantu lebih sedikit. 3. Perbedaan Efisiensi daya Dengan regulator linier, misal input 12 vdc out 5 v akan mengasilkan daya 35 W, akan dikonversi menjadi panas dan akhirnya membutuhkan pendingin yang besar. secara perkiraan efisiensi adalah efisiensi (5 V / 12 V) = 41,7%. Namun, regulator mode switching dengan pasokan step-down buck yang digunakan pada UBEC mampu meraih efisiensi lebih dari 90%. untuk lebih mempelajari efisiensi sahabat mampu membaca di https://www.researchgate.net/publication/279482289_Catu_Daya_Tegangan_DC_Variabel_dengan_Dua_Tahap_Regulasi_Switching_dan_Linier
Sumber http://jufrikablog.blogspot.com