Salah satu sensor suhu yang paling banyak digunakan karna selain harga yang cukup murah juga range suhu yang bisa di deteksi cukup baik. Terlebih saat ini penggunaan mikrokontroller seperti Arduino semakin popular dan pin LM35 sangat bisa digunakan di pin input Arduino. Prinsip Kerja LM35 Sensor LM35 bekerja dengan mengubah besaran suhu menjadi besaran tegangan . Tegangan ideal yang keluar dari LM35 mempunyai perbandingan 100°C setara dengan 1 volt. Sensor ini mempunyai pemanasan diri (self heating) kurang dari 0,1°C, dapat dioperasikan dengan menggunakan power supply tunggal dan dapat dihubungkan antar muka (interface) rangkaian control. Datasheet LM35 Ada berbagai macam bentuk fisik dari LM35 : Walau ada berbagai macam bentu namun pada umumnya kemasan sensor suhu LM35 bertipe kemasan TO-92 . Sensor suhu IC LM35 pada dasarnya memiliki 3 pin yang berfungsi sebagai sumber supply tegangan DC +5 volt, sebagai pin output hasil penginderaan dalam bentuk perubahan tegangan DC pada Vout dan pin untuk Ground. Sensor suhu LM35 mampu melakukan pengukuran suhu dari suhu -55ºC hingga +150ºC dengan toleransi kesalahan pengukuran ±0.5ºC. Dilihat dari tipenya range suhu dapat dilihat sebagai berikut : LM35, LM35A -> range pengukuran temperature -55ºC hingga +150ºC. LM35C, LM35CA -> range pengukuran temperature -40ºC hingga +110ºC. LM35D -> range pengukuran temperature 0ºC hingga +100ºC. Kelebihan LM 35 : Rentang suhu yang jauh, antara -55 hingga +150ºC Low self-heating, sebesar 0.08 ºC Beroperasi pada tegangan 4 hingga 30 V Tidak memerlukan pengkondisian sinyal Kekurangan LM 35: Membutuhkan tegangan untuk beroperasi. Tegangan output sensor suhu IC LM35 dapat diformulasikan selaku berikut : Vout LM35 = Temperature º x 10 mV Rangakain Kontrol Sederhana dengan Arduino Dalam pengaplikasiannya Sensor Suhu LM 35 dapat digunakan sebagai bahan eksperimen menciptakan thermometer digital, pendeksi api , ataupun robot monitoring suhu ataupun keperluan alat medical. Berikut Contoh Rangkaian Membaca Suhu dengan LM 35 di Arduino : Upload Sketch program Arduino mampu teman coba copy dibawah ini : int LM35 = A0; // dekrasi pin LM35 yakni pin A0 Arduino void setup () Serial.begin (9600); // Baudrate Serial 9600 void loop () float temperature = analogRead (LM35); // menyimpan nilai dari LM35 ke variabel nilaiLM35 temperature = temperature * 0.488; // konversi nilai dari LM35 menjadi Derajat Celcius Serial.print (temperature); // menampilkan nilai dari LM35 ke Serial Monitor Serial.println (); //baris baru delay (500); // memberi jeda sebanyak 500 milidetik Dan tampilkan di serial monitor dan amati, dan coba berikan panas api ataupun es diskitar lm35 dan lihat apakah ada perubahan suhu? Untuk datasheet lengkap mampu sahabat download di bawah ini DOWNLOAD Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
pop
Home
Posts filed under arduino
Showing posts with label arduino. Show all posts
Showing posts with label arduino. Show all posts
Sunday, August 9, 2020
Saturday, August 8, 2020
Bimbingan Auto Pairing Dua Bluetooth Hc 05 Otomatis
Jufrikablog.com - Dalam dunia mikrokontroller salah satu cara untuk berkomunikasi antar dua perangkat bisa dilakukan menggunakan kabel ataupun tanpa kabel(nirkabel). Ada banyak alat komunikasi nirlabel seperti modul Wi Fi, Iot, Gelombang Radio, dan yang paling mudahnya yaitu Menggunakan Bluetooth. Dan salah satu modul bluetooth yang saat ini popular adalah module bluetooth hc 05. Baca referensi berikut untuk mengenal apa itu bluetooth module hc 05? Mengenal Bluetooth Module HC 05 Kemampuan Bluetooth HC 05 berkomunikasi secara serial dan dapat diatur slave maupun masternya membuat bluetooth hc 05 bisa di auto pairing atau auto connect( terhubung langsung). HC 05 Auto Pair Dengan cara sebagai berikut : Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; Untuk Mensetting dua buah Bluetooth HC 05 otomatis terhubung maka menggunakan dua buah module Bluetooth (HC 05) dan dua buah mikrokontroller. Yang mana anggapannya Bluetooth di A sebagai master dan Bluetooth B sebagai slave. Untuk menjadikan saah satu bluetooth menjadi slave maupun master maka harus masuk ke mode AT command. A. Cara masuk mode AT command Bluetooth 1. Hubungkan RX (Bluetooth) ke RX (Arduino) dan TX (Bluetooth) ke TX (Arduino) 1. Tekan dan tahan Tombol reset yang ada dibluetooth. 2. Hubungkan tegangan ke mikrocontroller, contoh Arduino. 3. Tunggu hingga lampu berkedip lambat. B. Upload Sketch SoftwareSerial Setelah masuk sobat bisa upload sketch kosong di Arduino. C. Setting AT Command di Serial Monitor Setelah itu silahkan coba langkah berikut di serial monitor: Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; table.MsoTableGrid mso-style-name:"Table Grid"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-priority:39; mso-style-unhide:no; border:solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt:solid windowtext .5pt; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; Langkah Set Up Bluetooth Slave dengan AT Command AT+ORGL -> Set to default AT+NAME? -> Mengetahui Nama Bluetooth AT+PSWD? -> Mengetahui Password AT+ADDR? -> Mengetahui Address AT+ROLE? -> Mengetahui Tipe Role Master/ Slave AT+ROLE=0 -> Setting Role ke 0 (Slave) Catat address slave tersebut misal 98d3:32:3041w1 ke dalam notepad, kemudian masuk ke at command untuk master. Langkah Set Up Bluetooth Master dengan AT Command AT+ORGL -> Set to default AT+NAME? -> Mengetahui Nama Bluetooth AT+PSWD? -> Mengetahui Password AT+ADDR? -> Mengetahui Address Rumah AT+ROLE? -> Mengetahui Tipe Role Master/ Slave AT+ROLE=1 -> Setting Role ke 1 (Master) AT+BIND? -> Melihat Addres yang auto pairing AT+BIND= 98d3,32,3041w1 à Setting BIND isi dengan address slave dengan mengubah tanda (:) menjadi (,) AT+INIT -> Simpan Setingan Kemudian tes hidupkan kedua bluetooth, apabila led berklip 2 kali lalu mati begitu seterusnya maka artinya bluetooth telah terpairing. Silahkan menjajal biar bermanfaat ;) Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Thursday, August 6, 2020
Arduino Panduan - Cara Kendali Pwm Lewat Serial Monitor
- Komunikasi serial memungkinkan komputer memberikan perintah pada board Arduino atau juga sebaliknya. Bahkan dengan bantuan Serial Monitor Arduino IDE, memungkinkan komputer menerima atau mengirimkan data ke board Arduino. Pada tutorial Arduino kali ini akan diulas tentang bagaimana mengendalikan nilai PWM melalui Serial Monitor Arduino IDE. Perlu diketahui bahwa data yang dikirimkan oleh komputer ke Arduino masih berupa data character. Sehingga perlu diubah terlebih dahulu dari data string atau character menjadi integer . Untuk lebih memahami silahkan copy langsung source code berikut dan coba langsung di laptop/PC sobat. Source Code Berikut ini adalah source code (sketch) Arduino untuk mengendalikan PWM melalui Serial Monitor. /* Program mengatur nilai PWM melalui Serial Monitor Arduino IDE */ String inputString = ""; void setup() pinMode(9, OUTPUT); Serial.begin(9600); Serial.println("Mengubah input string menjadi integer"); Serial.println("Untuk mengendalikan nilai PWM"); delay(1000); void loop() while(Serial.available() > 0) int inputChar = Serial.read(); if(isDigit(inputChar)) inputString += (char)inputChar; if(inputChar == '\n') int lang = inputString.toInt(); if(lang > 255) lang = 255; Serial.println("Nilai PWM maximum 255"); Serial.print("Nilai PWM di pin digital 9: "); Serial.println(lang); analogWrite(9, lang); inputString = ""; delay(1000); Penjelasan singkat tentang source code (sketch) diatas. Variable input String digunakan untuk memuat kumpulan data character yang akan diubah menjadi integer Variable inputChar ialah data pembacaan serial dari komputer Variable lang merupakan hasil nilai integer, yang akan digunakan selaku output nilai PWM pin digital 9 Arduino, selain pin 9 pin lainnya yang dapat digunakan untuk menciptakan output PWM adalah pin 3, 5, 6, 10, dan 11 Untuk isDigit(), digunakan untuk melakukan pemeriksaan apakah data input dari komputer berupa bilangan atau bukan Untuk toInt(), digunakan untuk mengganti sebuah data menjadi menjadi data integer Untuk nilai batas minimum PWM yaitu 0, sedangkan nilai batas maximum yang dipakai ialah 255. Bila nilai yang diberikan lebih dari 255, maka akan diubahsuaikan menjadi nilai batas maximum yang diizinkan. Untuk penerapan nilai PWM tersebut, bisa dipakai untuk mengatur tingkat jelas redup dari suatu lampu atau kecepatan motor, atau mengetes kecepatan roda robot. Source : 4Gebe Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Wednesday, July 29, 2020
Pemahaman Ungkapan Torsi Motor, Starting Torsi, Stall Torsi Dan Load Torsi
- Dalam mengenal motor DC maupun AC, kita akan mendengar ungkapan torsi, dimana torsi ialah kesanggupan motor untuk memperhatahankan nilai inersia motor itu sendiri. Misal tertulis di spesifikasi motor 25Kg artinya beban maksimum yang bisa dimuat motor ialah 25 kg. Jika berlebih bagaimana? Jika kurang bagaimana? Untuk mengenali jawabannya sahabat perlu lebih dalam mengenal perumpamaan lain, mirip starting, stall, load torque . Starting Torque Starting Torque atau Torsi mulai ialah torsi untuk mengatasi goresan, memasukkan inersia, stiksi, dll, dan mempercepat inersia beban. BACA JUGA : Apa itu Motor Servo? Running Torque/ Load Torque Running Torque atau Load Torque merupakan torsi yang kurang dari torsi mulai(starting torque), kegunaaanya ialah mempertahankan akselerasi inersia dan kemampuan menahan beban pada keadaan steady state(Stabil). Stall Torque Batas nilai torsi yang menciptakan motor bergerak lambat bahkan berhenti bergerak. Dan jangan sampai motor sering mengalami stall torque karna akan berakibat fatal, bahkan motor tidak bisa berlangsung lagi karna kelebihan beban alias rusak. Lalu apa perbedaan torsi motor dan kecepatan motor? [BACA DISINI] Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Perbedaan Software Arduino 1.0.X Dengan Versi Baru
Arduino IDE dikala ini sudah banyak versinya, dimana letak perbedaan utama dari model yang terkenal ialah 1.0.x 1.5.x 1.6.x dan sekarang 1.8.x, jika dilihat fungsi utama dari compiler arduino ini tetap sama yakni sebagai software compiler microcontroller Arduino. Namun tahukah sahabat apa perbedaan mendasar dari Arduino tipe 1.0.x dengan arduino compiler tipe gres dikala ini? 1. Perbedaan Tampilan Startup Jika teman amati pergeseran yang bisa ditentukan adalah setiap versi Arduinonya yaitu penampilan awal. Namun pastinya ini tidak terlalu penting. 2. Pilihan Board Arduino Pada Arduino Classic (1.0.x) Tidak ada opsi Arduino Yún dan Arduino DUE. Namun sebetulnya mampu sobat atas dengan postingan dibawah ini. Cara Menambahkan Arduino Due di opsi Board Arduino 2. Format Susunan Library Penyusunan library berpengaruh pada kemampuan compiler untuk mendeteksi library yang ada pada arduino. Contoh susunan folder dari library Servo untuk Arduino IDE 1.6.x ialah selaku berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Servo/ Servo/library.properties Servo/keywords.txt Servo/src/ Servo/src/Servo.h Servo/src/Servo.cpp Servo/src/ServoTimers.h Servo/examples/ Servo/examples/Sweep/Sweep.ino Servo/examples/Pot/Pot.ino Servo/extras/ Servo/extras/Servo_Connectors.pdf File library.properties merupakan file metadata. File ini dipakai untuk membuat lebih mudah proses penelusuran dan instalasi library oleh Library Manager, yaitu fitur yang mau diimplementasikan pada Arduino IDE model kedepan. File keywords.txt merupakan file yang digunakan selaku panduan highlight oleh Arduino IDE untuk syntax yang ada pada library kita. File keywords.txt dapat mengakomodasi 5 jenis instruksi highlight, adalah KEYWORD1 , KEYWORD2 , KEYWORD3 , LITERAL1 , LITERAL2 . Adapun masing-masing highlight digunakan untuk membedakan hal-hal mirip function, constant, variable, class, method, dll. Informasi lebih detil perihal keywords.txt beserta cara mengganti warna dari highlight mampu didapatkan di blog SPENCER BLIVEN [Link Mati]. Contoh keywords.txt dari library Servo yakni seperti di bawah (aba-aba sesudah tanda # dianggap sebagai komentar, dan pemisah antara syntax dengan instruksi highlight yaitu TAB): 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 ####################################### # Syntax Coloring Map Servo ####################################### ####################################### # Datatypes (KEYWORD1) ####################################### Servo KEYWORD1 Servo ####################################### # Methods and Functions (KEYWORD2) ####################################### attach KEYWORD2 detach KEYWORD2 write KEYWORD2 read KEYWORD2 attached KEYWORD2 writeMicroseconds KEYWORD2 readMicroseconds KEYWORD2 ####################################### # Constants (LITERAL1) ####################################### Folder src ialah daerah dimana file program ( .cpp ) dan file header ( .h ) diletakkan. Pada library Servo, terdapat satu file program ialah Servo.cpp dan dua file header ialah Servo.h dan ServoTimers.h . Folder examples merupakan folder dimana kita mampu menaruh pola sketch untuk library kita. File sketch dengan ekstensi .ino kita letakkan dalam folder dengan nama yang sama dengan sketch yang kita buat. Pada contoh library Servo, acuan Sweep.ino ditaruh pada folder Sweep . Folder extras ialah folder yang dapat kita isi dengan dokumentasi/manual atau file-file penunjang untuk library yang kita buat. Perlu diamati juga bahwa file-file tersebut akan menciptakan ukuran library menjadi lebih besar. Tentu masih banyak lagi Perbedaan Software Arduino 1.0.x dengan Versi Baru, namun sekiranya update yang diberikan ditujuan untuk meminimalkan bug dari compiler, walau bahu-membahu model terbaik (stable version) berdasarkan para suhu dikala ini yakni model 1.0.6. Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Tuesday, July 28, 2020
Cara Gampang Mengganti Stik Ps2 Jadi Remote Kendali Dengan Arduino (Library Ps2x)
Stik Playstation PS2 Saat ini memang sulit untuk ditemui, karena sekarang zamannya memakai stik ps4 keatas, akan tetapi untuk hobies elektro, stik ps2 mampu dijadikan selaku remote kontrol. Terlebih stick PS menggunakan komunikasi SPI sebagai interfacenya. Resminya dari Website miliki Bill Porter dapat di buka disini . Gambar dibawah ialah wiring dari pinout konektor PS2. Diambil dari situs web Bill porter. Dimana mampu sobat sambung dengan menggunakan kabel untuk menghubungkan arduino ke connector PS tersebut. Perhatikan wiring konektornya seperti berikut: Sedangkan pada arduino wiringnya selaku berikut: Sebagai example sobat copy acara berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 #include //for v1.6 PS2X ps2x; // create PS2 Controller Class //right now, the library does NOT support hot pluggable controllers, meaning //you must always either restart your Arduino after you conect the controller, //or call config_gamepad(pins) again after connecting the controller. int error = 0 ; byte type = 0 ; byte vibrate = 0 ; int LY, LX, RY, RX, LYold, LXold, RYold, RXold; void setup () Serial.begin( 115200 ); //CHANGES for v1.6 HERE!!! **************PAY ATTENTION************* delay( 500 ); error = ps2x.config_gamepad( 13 , 11 , 10 , 12 , false , false ); //setup pins and settings: GamePad(clock, command, attention, data, Pressures?, Rumble?) check for error if (error == 0 ) Serial.println( "Found Controller, configured successful" ); else if (error == 1 ) Serial.println( "No controller found, check wiring, see readme.txt to enable debug. visit www.billporter.isu for troubleshooting tips" ); else if (error == 2 ) Serial.println( "Controller found but not accepting commands. see readme.txt to enable debug. Visit www.billporter.informasi for troubleshooting tips" ); else if (error == 3 ) Serial.println( "Controller refusing to enter Pressures mode, may not support it. " ); //Serial.print(ps2x.Analog(1), HEX); type = ps2x.readType(); switch (type) case 0 : Serial.println( "Unknown Controller type" ); break ; case 1 : Serial.println( "DualShock Controller Found" ); break ; case 2 : Serial.println( "GuitarHero Controller Found" ); break ; void loop () RY != RYold) Serial.print( "R Stick Values:" ); Serial.print(RY, DEC); Serial.print( "," ); Serial.println(RX, DEC); LYold = LY; LXold = LX; RYold = RY; RXold = RX; delay( 20 ); Penjelasan : Program diatas hanya men-scan tombol dan mendeteksi pergantian tombolnya tergolong pergeseran analog joysticknya. Saya juga mematikan beberapa fitur seperti getar dan analog pada tombol PAD(tombol arah). Akan tetapi program diatas agak sering berulang kali tidak mendeteksi stick PSnya, Jika sahabat mendapatkan masalah pembacaan stick PS nya memakai SPI clock lambat. Sobat bisa mengedit library Bill Porter ini, karena terlalu cepat buat stick PS biasa (produksi china). Buka library dari perlambat SCKnya. perhatikan PS2X_lib.h yang default selaku berikut : 92 93 94 95 96 97 #ifdef __AVR__ // AVR # include # define CTRL_CLK 4 # define CTRL_BYTE_DELAY 3 #else Kemudian edit menjadi: 92 93 94 95 96 97 #ifdef __AVR__ // AVR # include # define CTRL_CLK 10 # define CTRL_BYTE_DELAY 10 #else Kemudian save, coba kembali insa Allah stick PS pribadi terdeteksi tanpa perlu mereset arduinonya. Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Monday, July 27, 2020
Cara Menangani Library Arduino Tidak Terbaca
- Dalam pemrograman Arduino kerap kali kita memerlukan library Arduino hasil karya orang lain, untuk mempermudah kita dalam memprogram. Namun kadang kala ada kalanya library yang ada di internet pribadi serta merta bisa digunakan. Saat teman mencoba mengkompile dengan library baru menerima pesan error bahwa ada library yang tidak ditemukan. Padahal Librarry baru tersebut telah kita masukan folder nya. BACA JUGA : Download Library Arduino untuk Proteus ISIS Biasanya dalam acara arduino Library yang dipakai dideklarasikan di permulaan program, paling atas dengan perintah #include. . Contoh seperti gambar dibawah. Terlihat pada kolom error message jikalau sebuah library tidak tersedia atau tidak terbaca makan akan muncul pesan error dikala dikompile. Library kalman.h tidak terbaca/tersedia Bagaimana solusinya? Untuk mengatasi hal ini, Berikut yang mampu kita kerjakan: 1. Melihat pesan error pada bab bawah acara arduino usai dicompile. Dalam contoh ini library kalman.h tidak tersedia. 2. Langkah berikutnya kita mencari librrary mempergunakan mensin pencari, google contohnya. Ketikan dengan kueri pencarian download kalman.h . Maka akan muncul banyak pilihan. Namun paling disarankan untuk mendownload dari situs github.com . Karena umumnya situs ini menawarkan banyak library untuk arduino. 3. Setelah folder zip kita download, kita tingga ekstrak filex, ketika mengekstrak file sebaiknya pilih pilihan ektrak hire... (jikalau dalam file zip terdapat folder). 4. Kemudian hasil ektraknya ini tinggal kita pindahkan ke folder library arduino. 5. Letak folder libraries lazimnya , Data C/ Program File/ Arduino/ Libraries. Setelah ketemu folder librariesnya tinggal kita paste file hasil ekstrak di foleder ini. Untuk melihat hasil library kita perlu menutup semua program arduino yang dibuka, kemudian membuka ulang. Dengan demikian library gres telah terbaca pada acara. Selamat menjajal teman :) Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Sunday, July 26, 2020
Mengetahui Tipe Data Pada Arduino Dan Contohnya
Pada arduino pembrograman yang diketahui yakni bahasa C, adapun beberapa tipe data yang dikenal hamper sama dengan bahasa C sendiri, ialah Integer, float, Boolean, double, byte dll. Berikut beberapa perbedaan antara tipe data tersebut yang sering digunakan untuk programmer pemula. Tipe data Arduino Boolean Pada tipe data boolean hanya mempunyai 2 data yaitu benar (true) dan salah (false) dan cuma menggunakan 1 byte memori Arduino. Dimana contoh penggunaannya sungguh diperlukan untuk keluar dan masuk dari sebuah kondisi. Contoh penggunaan : if (check==true) voidAjalan(); atau sebaliknya Integer Integer adalah tipe data yang itama untuk menyimpan nilai bilangan bundar TANPA KOMA. Penyimpanan integer sebesar 1-bit dengan range 32.767 sampai -32.768. Contoh int A=2; //artinya bilangan A bernilai bilangan lingkaran 2 Float Float yaitu tipe data yang dapat memuat nilai decimal, float merupakan penyimpanan yang lebih besar dari integer dan dapat menyimpan sebesar 32-bit dengan range 3.4028235E+38 hingga -3.4028235E+38 BACA : Arduino Tutorial - Cara Kendali PWM Melalui Serial Monitor Array Array ialah kumpulan nilai, yang dapat bias di jalan masuk dengan index number, nilai yang terdapat dalam array mampu dipanggil dengan cara menuliskan nama array[nomor indeks]. Array dengan index 0 ialah nilai pertama dari array. Array perlu di dekarasikan dan jikalau perlu di beri nilai sebelum di gunakan. Dari penggunaan array biasa digunakan untuk memparsing data. Format penggunaan Array : int arraysName[] =nilai0,nilai1,nilai2… Contoh penggunaan Array : int NamaArray[]=1,3,6,8 int X = NamaArray[2]; Serial.println(X); //maka akan ditampilkan nilai 6 karna indeks dimulai dari 0,1,2,3 String String ialah tipe data yang berisi kumpulan karakter alfanumerik, bisa berbentukangka, karakter maupun karakter khusus(*,@,#,dst). Long Merupakan ukurang untuk long integer dengan range -2.147.483.648 hingga 2.147.483.647 penggunaannya biasa dipakai dalam penggunaan timer. Contoh : long interval=1000000; const (anta) Konstanta merupakan nilai suatu besaran yang tidak berubah besarnya atau memiliki nilai yang tetap. Dalam pemograman arduino ditulis dengan kata “const” yang artinya konstanta, biasa digunakan dalam awal pendeklarasian pin yang tidak berubah-ubah, dan ini bahwasanya bukan tipe data namun setidaknya teman paham penggunaanya sungguh berkhasiat. Contoh : const int PIN1=A1; const int PIN2=A2; Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Saturday, July 25, 2020
Cara Gampang Membaca Count Encoder Dengan Arduino
Apa itu Sensor Encoder? Encoder ialah salah satu sensor yang paling banyak digunakan dalam bidang industri, encoder memiliki kemampuan untuk menjumlah jumlah putaran sesuatu yang berputar dari pulsa yang dihasilkan dari encoder itu sendiri. Namun pulsa tersebut bisanya timbul dari pemicu yang terhubung/ tercouple pada aktivis/aktuator. Seperti jumlah putaran motor DC, putaran motor servo, Dll. Diaplikasikan Kemana? Pengaplikasiannya pun beragam, seperti mengenali posisi mesin CNC, posisi lengan robot, penghitung jumlah putaran, pengkondisian sebuah alat mulai start stop, Dll. Bagaimana Cara Menghitung Pulsa Encoder ? Untuk lebih mengerti apa itu encoder? mari kita coba mengkalkulasikan pulsa encoder dengan Arduino. Adapun yang perlu teman rencanakan yaitu : 1. Board Arduino (Yang aku pakai MEGA2560) 2. Encoder / motor DC dengan internal encoder. 3. Library PinChangeInt (Link Download dibawah postingan) Baca : Cara memasukan library baru ke Arduino Setelah antisipasi telah ada langkah berikutnya adalah : Wiring : Contoh Perwiringan Encoder [GAMBAR] 3. Sesuaikan Wiring Channel A dan B Arduino ke Pin yang ada di program Arduino. 4. Jika Encoder sobat membutuhkan daya , jangan lupa beri daya sesui kebutuhan sensor. Program : 1. Copy Sketch berikut ini ke dalam Arduino IDE sahabat. /* Membaca Count Encoder dengan Arduino IND : Sesuaikan Pin Channel A dan B teman, PinChangeInt berfunsi baik dalam pin Analog EN : Please careful to select your pin Channel A and B, PinChangeInt best performance in Analog Pin Arduino Uno : A0 A1 A2 A3 A4 A5 Arduino Mega : A10 A11 A12 A13 A14 A15 IND : Jika memakai pin digital maka setiap channel mesti diberi resistor pull up Keterangan lengkap baca isi libray dari PinChangeInt EN : If you use digital Pin, insert every pin channel with pull up resistor Created by : Jufrika Danil Date : 19/12/2017 */ #include //library #include //library #define encoder1PhaseA A10 //A10 Channel A #define encoder1PhaseB A11 //A11 Channel B long encoder1Position=0; void setup() // put your setup code here, to run once: pinMode (encoder1PhaseA,INPUT); //set as input pinMode (encoder1PhaseB,INPUT); //set as input //Set Encoder PullUp digitalWrite(encoder1PhaseA,HIGH); digitalWrite(encoder1PhaseB,HIGH); PCintPort::attachInterrupt(A10, doEncoder1, CHANGE); //learn type Change, Rising Serial.begin (9600); //Standard Serial Monitor void loop() // put your main code here, to run repeatedly: float newposition = encoder1Position; //store encoder position to newposition variable Serial.print ("count: "); Serial.print (newposition); //print in serial monitor Serial.println (); // function void to read encoder void doEncoder1() if (digitalRead(encoder1PhaseA) == digitalRead(encoder1PhaseB)) encoder1Position--; else encoder1Position++; 2. Compile Program tersebut dan tentukan library terbaca (tidak ada fatal error). 3. Hubunkan Arduino dan pastikan Port dan Board Arduino sobat telah benar. 4. Upload Program dan Buka Serial Monitor. 5. Putar ke Kiri atau ke kanan maka pulsa encoder akan terbaca mirip gambar berikut. DOWNLOAD LIBRARY Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Mengetahui Jumlah Pulsa Encoder 1 Putaran Roda Dengan Arduino
- Proyek Arduino menggunakan encoder kali ini yakni bagaimana mempergunakan pulsa encoder untuk mengetahui jumlah 1 putaran penuh roda. Kiri : Roda dan Internal Encoder Kanan : Komputer + Arduino Monitor Dimana dikala kita mengenali jumlah putaran sebuah roda maka kita akan bisa membuat aneka macam aplikasi lebih/menguntungkan/canggih hanya menggunakan sensor encoder. Sample Contoh, jika sudah mengenali jumlah 1 putaran roda, maka teman akan bisa : 1. Membuat Jam dengan Putaran Motor DC. 2. Mengetahui sudut yang dibentuk robot beroda. 3. Menghitung Berapa kali roda berputar 4. Bahkan mungkin teman memiliki ilham inovatif lainnya. Lalu kembali ke topic, Bagaimana sesungguhnya cara mengenali jumlah 1 Putaran Roda ( Tick Per Revolution ) dengan Menggunakan Sensor Encoder ? Teorinya simplenya sebagai berikut : Jika sahabat ingin membentuk sebuah lingkaran bundar sarat mirip gambar dibawah ini, dan sobat mempunyai lidi yang panjangnya sama dan pas untuk suatu jari jari linkaran tersebut. GAMBAR ILUSTRASI LINGKARAN DARI LIDI ENCODER Kemudian sahabat isi bulat tersebut dengan lidi yang hingga sarat , maka alhasil sobat akan mudah mengenali bila sobat minimalkan lidi separuh maka akan membentuk setengah bundar. Aplikasi dengan Menggunakan Arduino Untuk mengerti aplikasi secara pribadi, mari teman ikuti langkah step selaku berikut : Persiapan Percobaan - Persiapkan alat dan software sebagai berikut : 1. Motor DC dengan Internal Encoder 2. Komputer dengan Arduino IDE - Tandai dan Posisikan motor DC dengan kertas dan anggap sebagai arah jam 00.00 - Hubungkan Pin Channel Encoder dengan Pin Arduino BACA : INI LIBRARY PINCHANGE INT CARA MUDAH MEMBACA ENCODER - Copy acara Arduino berikut dan upload ke Board Arduino hingga Done Uploading : /* Membaca Count Encoder dengan Arduino IND : Sesuaikan Pin Channel A dan B sobat, PinChangeInt berfunsi baik dalam pin Analog EN : Please careful to select your pin Channel A and B, PinChangeInt best performance in Analog Pin Arduino Uno : A0 A1 A2 A3 A4 A5 Arduino Mega : A10 A11 A12 A13 A14 A15 IND : Jika memakai pin digital maka setiap channel harus diberi resistor pull up Keterangan lengkap baca isi libray dari PinChangeInt EN : If you use digital Pin, insert every pin channel with pull up resistor Created by : Jufrika Danil Date : 19/12/2017 */ #include //library #include //library #define encoder1PhaseA A10 //A10 Channel A #define encoder1PhaseB A11 //A11 Channel B long encoder1Position=0; void setup() // put your setup code here, to run once: pinMode (encoder1PhaseA,INPUT); //set as input pinMode (encoder1PhaseB,INPUT); //set as input //Set Encoder PullUp digitalWrite(encoder1PhaseA,HIGH); digitalWrite(encoder1PhaseB,HIGH); PCintPort::attachInterrupt(A10, doEncoder1, CHANGE); //learn type Change, Rising Serial.begin (9600); //Standard Serial Monitor void loop() // put your main code here, to run repeatedly: float newposition = encoder1Position; //store encoder position to newposition variable Serial.print ("count: "); Serial.print (newposition); //print in serial monitor Serial.println (); // function void to read encoder void doEncoder1() if (digitalRead(encoder1PhaseA) == digitalRead(encoder1PhaseB)) encoder1Position--; else encoder1Position++; - Setelah di upload Buka Serial Monitor di Arduino. - Putar roda motor DC secara manual searah jarum dari jam 00 hingga kembali ke 00 ( 1 Putaran Penuh ). Putaran 1 Roda Penuh 500 Pulsa Lihat nilai pulsa yang timbul sehabis terjadi 1 Putaran(lihat kotak merah di LCD), maka itulah nilai pulsa yang diperlukan roda untuk 1 putaran sarat . Source Code mampu sahabat download melalui link . Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Monday, July 20, 2020
Apa Itu Modul Wifi Esp 8266 ? + Library Arduino
Saat ini zamannya IoT (Internet of Things), dan salah satu modul yang mendukung untuk melakukan kegiatan kontrol dengan memanfaatkan jaringan internet yakni modul ESP8266. Modul ESP 8266 yaitu modul wifi yang memiliki fungsi selaku perangkat aksesori mikrokontroler mirip Arduino supaya dapat terhubung pribadi dengan Wireless Fidelity (Wi-Fi) dan menciptakan koneksi dengan protokol TCP/IP. Untuk mengaktifkan modul ini memerlukan voltase sebesar 3.3v. Dan mempunyai tiga mode wifi yakni daapt dijadikan sebagai Station, Access Point dan Both (Keduanya). Modul ini juga dilengkapi dengan processor, memori dan GPIO dimana jumlah pin bergantung dengan jenis ESP8266 yang kita gunakan. Sehingga bahu-membahu modul ini mampu bangkit sendiri tanpa memakai mikrokontroler perhiasan apapun alasannya adalah telah mempunyai perlengkapan layaknya mikrokontroler, namun biasanya untuk membuat lebih mudah tetap memakai microcontroller suplemen biar tidak memberatkan modul ESP 8266. Firmware yang ada pada modul settingan permulaan yang menggunakan AT Command, selain AT Command ada beberapa Firmware SDK opensource yang dapat dimengerti oleh ESP 8266, diantaranya yaitu selaku berikut : NodeMCU (programming lua) - Program ESPlorer MicroPython (programming python) - Teriminal Putty AT Command (perintah AT command) - teriminal control. Selain itu kita mampu memprogram perangkat ini menggunakan Arduino IDE. Dengan menambahkan library ESP8266 pada board manager arduino. DOWNLOAD Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Wednesday, July 15, 2020
Cara Menampilkan Grafik Dengan Serial Plotter Arduino
Hai teman jufrika blog, pada arduino lazimnya kita menampilkan data dapat memakai serial monitor. Misal kita ingin menampilkan posisi gerakan robot dari odometer maka mampu kita tampilkan dalam bentuk serial seperti pola berikut : Angka seperti itu pasti jikalau orang awam agak susah melihatnya dan lebih mudah penampilan data ditampilkan dalam bentuk grafik. Untuk menampilkan sebuah data dalam bentuk grafik sahabat mampu menggunakan fitur serial plotter yang ada pada arduino IDE versi 1.6.6. Cara menggunakan Serial Plotter Arduino : 1. Colokan kabel serial Arduino ke PC. 2. Pada Arduino IDE, tekan CTRL+SHIFT+L. 3. Maka serial akan ditampilkan dalam bentuk grafik. Kekurangan dari serial plotter arduino ini ialah hanya mampu menampilkan 1 data saja, misal teman ingin menampilkan data suhu, kecepatan, posisi. maka yang hanya bisa di tampilkan data suhu saja, posisi saja, atau kecepatan saja, dan tidak mempunyai data waktu. Contoh seperti gambar berikut : gambar diatas merupakan tampilan posisi X robot yang sedang aku kerjakan. Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Tuesday, July 14, 2020
Pemahaman File Header( .H ) Library Pada Arduino
Pada pemrograman dengan memakai compiler Arduino, kita menganal namanya file header, File Header merupakan file aksesori untuk mengundang fungsi tambahan dari sebuah library. List Include Header Library Program Polular Arduino Contoh dimengerti sebuah program memakai 2 library aksesori : 1. PinChangeInt (erup) Untuk mengaktifkan interrupt pin, pada penelitian interrupt pin dipakai untuk membaca sinyal pulsa encoder. Pada arduino header ini dipanggil dengan : PinChangeInt.h dan PinChangeIntConfig.h Format memanggilnya ialah : PCintPort::attachInterupt(PIN, USERFUNGSI, MODE) Contoh : PCintPort::attachInterupt(A11, doEncoder1, RISING) Keterangan : 1. A11 adalah pin Analog 11 pada Arduino 2. doEncoder1 yaitu nama void doEncoder1 3. RISING adalah mode deteksi yang dipakai Adapun mode deteksi yang digunakan ada 3 pilihan yakni RISING, FALLING, dan CHANGE. · RISING ketika terjadi perubahan sinyal naik, · FALLING saat terjadi perubahan sinyal turun · CHANGE setiap terjadi perubahan. 2. TimerOne TimerOne merupakan library pemanis untuk memanggil fungsi timer1. Kenapa timer1, alasannya adalah arduino yang aku gunakan mempunyai 3 timer, timer0, timer1, dan timer2. Dimana timer0 telah dipakai untuk fungsi default seperti millis dan delay, sedangkan timer1 dan timer2 dapat diakses dengan library atau baris program. Fungsi timer pada program yaitu menciptakan overflow interrupt dalam selang waktu yang diputuskan, kasusnya yaitu timer diskrit forward kinematic. Formatnya di arduino Timer1.Initialize(waktu dalam microsend) Timer1.attachInterupt(nama void fungsi yang menggunakan waktu kala) Contoh : Timer1.Initalize(1000000); //1 detik Timer1.attachInterupt(detikwaktu); Sekian agar kita lebih mengerti dan berbagi metode elektronik dengan mengetahui seluk beluk dari library arduino. Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Tuesday, June 30, 2020
Pemahaman Reed Switch Sensor Dan Aplikasinya
Pengertian Reed switch secara umum merupakan sensor elektrik yang dioperasikan dengan memanfaatkan medan magnet selaku pengubah kondisinya. Atau secara ringkas disebut sensor magnet alasannya adalah akan aktif bila terkena lempengan magnet. Prinsip kerja Reed switch Reed switch tersusun atas lempengan metal yang terhubung dilingkupi tabung gelas, sehingga ketika tercipta medan magnet antara dua buah lempengan, lempengan tersebut tarik-menawan sehingga arus listrik dapat mengalir. Ketika medan magnet hilang lempengan kembali ke posisi semula dan jalur gerak arus kembali terputus. Untuk lebih mengetahui prinsip kerja reed switch maka mampu teman lihat pada gambaran gambar sensor reed switch terkena permanen magnet pada suatu cylinder. how reed switch work Aplikasi Penggunaan Sensor Reed Switch Reed switch dalam pengaplikasian biasa banyak digunakan dalam kendali industri, otomotif, peralatan rumah tangga, komunikasi, medis, keselamatan. Dalam industri sensor reed switch banyak dipakai selaku sensor posisi aktuator mirip pnemuatic cylinder, Biasanya sensor tersebut dipakai dengan modul PLC ataupun microcontroller basic mirip arduino, NodeMCU. Contoh lain dalam bidang security sensor reed switch digunakan sebagai sensor magnet pintu. Berikut citra project yang memakai reed switch selaku sensor nya. Bagaimana Wiring dan membaca data Sensor reed switch yang umum digunakan pada skala industri menggunakan arduino? BACA : Membaca Sensor reed switch memakai Arduino Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Monday, June 29, 2020
Pengertian, Cara Kerja , Keutungan Dan Aplikasi Solid State Relay (Ssr)
Solid State Relay atau lazimdisebut SSR yakni perangkat semikonduktor dari relay elektromekanis dan dapat digunakan untuk mengendalikan beban listrik tanpa menggunakan bab yang bergerak seperti relay umumyang memakai kontak dan koil. Cara Kerja Solid State Relay Cara Kerja Solid State Relay Tidak sama seperti elektro-mekanis relay (EMR) yang menggunakan kumparan atau coil, medan magnet, pegas dan kontak mekanis untuk mengoperasikan dan mengalihkan tegangan. Solid state relay (SSR), tidak memiliki bab yang bergerak namun sebaliknya menggunakan sifat listrik dan optik semikonduktor solid state. untuk melakukan input ke fungsi isolasi dan switching output. Gambar Rangkaian Penyusun Umum Solid State Relay Terlihat jelas pada gambar rangkaian diatas bagaimana prinsip kerja dari solid state relay, dimana saat input diberikan maka cahaya led pada photo detector mengaktifkan trigger untuk mengaktifkan triac, sedang untuk mengerti lebih dalam mampu melihat perbandingan Gambar Penggerak Relay Elektromekanis dibawah ini : Ketika koil menerima tegangan maka kontak akan kepincut oleh medan elektromagnetis dan akibatnya terjadi pergeseran pergerakan menciptakan kaki antar kontak menjadi terhubung. Keuntungan Menggunakan Solid State Relay 1. Tidak terjadi aus mekanik, dikarenakan Solid state relay tidak mempunyai bagian yang bergerak. 2. Solid state relay juga mampu menghidupkan dan mematikan dengan waktu yang jauh lebih singkat bila dibandingkan dengan relay elektromekanik. 3. Tidak ada pemicu percikan api antar kontak sehingga tidak ada duduk perkara korosi kontak. Kekurangan Solid State Relay 1. Harga lebih mahal dibandingkan dengan Relay Elektromekanik. 2. Solid State Relay memiliki cenderungan gagal menutup kontak output, hal ini yang menjadi pertimbangan sebab gagal ketika membuka kontak akan lebih aman dari pada gagal ketika menutup kontak dalam banyak aplikasi di industri. Aplikasi Penggunaan Solid State Relay Dalam dunia industri Penggunaan Solid State Relay hampir sama fungsinya pada penggunakan Relay Biasa, tetapi umumnya digunakan sebagai penghubung kontroller ke arus dan tegangan yang lebih besar dari pada tegangan dan arus pengontrol. Berikut Contoh Gambar Project Menggunakan Solid State Relay Module 1. Heater Controller 2.IOT Smart Lamp 3. PID Controller Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Sunday, June 28, 2020
Membaca Sensor Reed Switch Memakai Arduino
Dalam aplikasi penggunaan sensor reed switch sangat berguna dalam bidang kontrol praktis. Misal dalam dunia industri untuk mengetahui suatu posisi aktuator cylinder maju atau mundur, pintu yang terbuka atau tertutup dan lain sebagainya. Biasanya reed switch sangat mudah digunakan pada sistem PLC, namun pernahkah sobat menggunakan sensor reed switch menggunakan microcontroller? Kali ini jufrika blog akan membahas secara simple bagaimana menggunakan sensor reed switch lalu membaca nya menggunakan serial monitor. Untuk membaca nilai reed switch kedalam sebuah microcontroller arduino sobat memerlukan jenis sensor reed switch 3 wire, agar mudah dalam pembacaannya, contoh sensor reed switch yang dijelaskan dalam tutorial ini adalah seperti gambar dibawah ini. 3 wire industial reed switch for data arduino Dengan spesifikasi pinout sebagai gambar berikut : BLACK --> OUT Data BLUE --> DC - BROWN -->DC + Rangkaian Sensor nya membutuhkan pull down resistor agar data yang dihasilkan atau dibaca pada arduino stabil, contoh gambar mampu teman lihat sebagai berikut : Setelah merangkai sensor maka untuk membaca sensor reed switch tersebut kita menggunakan compiler Arduino, dan karna data yang dihasilkan berupa digital maka acara yang bisa teman gunakan bisa menggunakan sample digitalRead. Atau teman bisa menggunakan Contoh Program dari jufrika blog berikut : Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN; int pin_SensorStampDown = 10; Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN; boolean var_Sensor = HIGH; Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN; void setup() Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN; pinMode(pin_SensorStampDown, INPUT); Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN; Serial.begin(9600); Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN; void loop() Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN; var_Sensor = digitalRead(pin_SensorStampDown); //baca sensor delay(1); var_Sensor = digitalRead(pin_SensorStampDown); delay(1); Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN; Serial.print(var_Sensor); Serial.println(); Buka serial monitor dan gerakan cylinder yang terpasang reed switch sensor untuk melihat karenanya. Referensi tambahan: https://www.arduino.cc/en/Tutorial/DigitalReadSerial Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Saturday, June 27, 2020
Rangkaian Heater Controller Ac/Dc
jufrika.com - Hai teman jufrika blog, update kali ini kita akan membahas sedikit ilmu bagaimana memakai heater controller yang biasa Industri gunakan, seperti heater controller brand omron, Schneider, dll. Baiklah tanpa basa kedaluwarsa untuk menciptakan heater berfungsi dengan normal sobat harus merangkai heater controller dengan rangkaian sebagai berikut : Penjelasan embel-embel : Heater tidak boleh langsung di wiring ke dalam pin out controller, sebaiknya memakai Relay yang mengendalikan pelengkap beban seperti Solid State Relay atau Relay Mekanik. BACA JUGA : SOLID STATE RELAY (CARA KERJA DAN KEUTUNGAN) Sekian artikel jufrika blog kali ini. Mohon maaf jikalau singkat karna kesibukan di dunia nyata. Semoga berguna. Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Monday, June 22, 2020
Pentingnya Resistor Pull Up Dan Pull Down Pada Mikrokontroler + Percobaan Arduino
Jufrika.com - Hai sahabat jufrika blog, pembahasan bab elektronik kali ini akan membicarakan tentang apa itu resistor pull up maupun pull down, mengapa penggunaaan pull up dan pull down itu penting khususnya pada microcontroller yang ketika ini sudah sungguh beragam jenisnya digunakan diperangkat elektronic ketika ini. 1. Pengertian Resistor Pull Up dan Pull Down dan mengapa penting? Resistor pull-up yakni resistor yang dipakai untuk menghalangi nilai float (nilai mengambang) pada kondisi high dengan menambahkan suatu resistor pada jalur sumber tegangan dan paralel dengan jalur input ke microcontroller. Sedangkan resistor Pull Down merupakan resistor yang dipakai untuk menghalangi nilai floating pada kondisi low dengan menambahkan resistor pada jalur ground. Dari pemahaman diatas secara singkat mengapa penggunaan resistor pull up maupun pull down itu penting ialah karna fungsinya yang mampu menghalangi nilai mengambang, utamanya di pin digital yang memerlukan nilai pasti 0 atau 1, HIGH atau LOW. 2. Rangkaian dan Perbedaan Cara Kerja Resistor Pull Up dan Pull Down Secara pemahaman pada point pertama telah terang bahwa resistor pull up dan resistor pull down berkerja dengan desain yang sama, yang membedakan hanyalah bahwa resistor pull-up terhubung ke VCC, sedangkan pulldown terhubung ke ground. Seperti rangkaian dibawah ini : Perbedaan Letak Resistor Pull Up dan Resistor Pull Down 3. Kriteria Nilai Resistor Pull Up dan Pull Down Umumnya resistor 10 k Ohm sudah cukup untuk menanggulangi rangkaian digital secara biasa , namun ntuk menentukan Nilai resistor pull-up atau pun Pull Down yang diseleksi harus mengamati 2 point berikut : A. Level tegangan sesudah disertakan “pull up” atau “pull down”. Level tegangan harus diperhitungkan alasannya chip digital seperti mikrokontroller lazimnya mempunyai batas level tegangan input yang dianggap sebagai sinyal low (biasanya batas sinyal input low ditulis VIL, batas sinyal input high ditulis VIH pada datasheet mikrokontroller. B. Kecepatan rangkaian yang dipakai Jika rangkaian yang di “pull up” atau “pull down” diharapkan untuk mengganti sinyal dari low ke high atau dari high ke low dengan cepat, misalnya untuk keperluan switching, komunikasi, PWM, nilai resistor untuk “pull up” dan “pull down” sungguh menentukan apakah rangkaian tersebut mampu berfungsi dengan baik. Maka dari pada 2 point kriteria diatas sahabat mampu mengacu pada datasheet microcontroller yang digunakan dan kompleksitas rangkaian penunjang microcontoller. Dan untuk menentukan nilai resistor yang digunakan teman bisa mencoba trial error, mana nilai resistor yang stabil dan mampu teman gunakan atau menggunakan rumus aturan Ohm : Resistansi (Ohm) = Volt (V) / Ampere (A) Contoh : Voltase input 5 volt dan Arus maksimum input arduino 50 mA sehingga R = 5 V/ 0.05 A R = 100 Ohm Sehingga nilai minimum resistor yang dipakai mampu 100 Ohm tanpa toleransi, dan jikalau ingin aman harus diatas 100 Ohm jika tidak ingin arduino rusak, teladan umum resistor 330 ohm 1 K Ohm 10 k Ohm. 3. Percobaan Penggunaan Pull Up dan Pull Down vs Tidak Menggunakan Pull Up dan Pull Down Untuk lebih mengetahui apa efek kalau tidak memakai pull up dan pull down berikut jufrika.com sediakan video youtube nya. Untuk rujukan kebutuhan Tugas Akhir sahabat mampu mendownload artikel ini di link download dibawah ini : Sumber http://jufrikablog.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)